Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gladi Posko Armuzna Uji Kesiapan Petugas Haji Hadapi Fase Paling Kritis di Tanah Suci

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gladi Posko Armuzna Uji Kesiapan Petugas Haji Hadapi Fase Paling Kritis di Tanah Suci
Foto: Calon petugas haji sedang melakukan simulasi menangani jamaah haji yang komplain terhadap layanan haji dalam gladi Posko Armuzna di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (sumber: ANTARA/Citro Atmoko)

Pantau - Para peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M menjalani gladi posko operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Rabu (27/1).

Gladi posko ini diselenggarakan untuk mensimulasikan situasi puncak ibadah haji yang dikenal sebagai fase paling berat dan kritis dalam penyelenggaraan.

Dalam simulasi tersebut, peserta dihadapkan pada skenario nyata di lapangan seperti pergerakan jamaah, layanan konsumsi, dan penanganan krisis di tengah kepadatan massa.

Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Surnadi selaku Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna hadir langsung untuk memantau jalannya gladi.

Tidak Ada Ruang untuk Kesalahan di Armuzna

Surnadi menegaskan bahwa fase Armuzna merupakan tahapan yang tidak memberikan ruang bagi kesalahan dalam pelaksanaannya.

Ia mengingatkan pentingnya prinsip "Al-Hajju Arafah", yang berarti "Haji adalah Arafah", sebagai landasan utama keberhasilan operasional.

"Kegiatan yang disaksikan dalam gladi ini bertujuan agar petugas benar-benar memahami tugas dan fungsinya masing-masing. Di Armuzna, koordinasi adalah nyawa operasional," ungkapnya.

Surnadi juga menekankan bahwa setiap petugas harus memiliki mentalitas pemecah masalah dan mampu bertindak cepat dalam kondisi darurat.

Dalam kondisi nyata di Tanah Suci, para petugas akan berhadapan dengan jamaah lansia, jamaah dengan risiko tinggi (risti), serta jamaah yang terpisah dari rombongan.

"Tugas utama kita saat Armuzna adalah melayani jamaah yang mendapatkan kesulitan. Prinsipnya, tidak boleh ada permasalahan yang dialami jamaah yang tidak ditemukan solusinya oleh petugas. Petugas haji harus hadir, responsif, dan menuntaskan masalah di tempat," ia mengungkapkan.

Peran Strategis Petugas Bimbingan Ibadah

Lebih lanjut, Surnadi menyoroti aspek bimbingan ibadah yang sering terlupakan di tengah hiruk-pikuk Arafah.

Ia menekankan bahwa petugas tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan logistik seperti makan dan tenda, tetapi juga memastikan jamaah menjalankan rukun haji dengan sempurna.

Ia menyebut adanya risiko jamaah yang pasif saat sudah berada di Arafah, baik karena kelelahan maupun kurangnya pemahaman, sehingga waktu wukuf bisa saja terlewatkan.

"Seorang petugas, khususnya tim Bimbingan Ibadah (Bimbad), harus betul-betul mengawasi dan mengarahkan. Jangan sampai jamaah hanya duduk diam padahal sudah di Arafah. Petugas harus aktif membimbing mereka untuk berdoa, berdzikir, dan mengikuti prosesi wukuf dengan khidmat," tegasnya.

Gladi posko ini menjadi momentum penting agar para calon petugas tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika yang terjadi di lapangan.

Simulasi ini menjadi bekal terakhir sebelum mereka diterjunkan langsung ke Arab Saudi untuk menjalankan tugas penyelenggaraan haji tahun 2026.

Penulis :
Arian Mesa