
Pantau - Qatar menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadi mediator utama dalam perundingan gencatan senjata dengan Iran di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.
Upaya Diplomasi Buntu di Tengah Ketegangan
Penolakan tersebut dilaporkan oleh The Wall Street Journal yang mengutip pejabat dan mediator pada Jumat (3/4).
Upaya sejumlah negara untuk mendorong gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran juga dilaporkan mengalami kebuntuan.
Iran disebut tidak bersedia bertemu dengan pejabat AS dalam waktu dekat karena menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.
Kepala misi diplomatik Iran di Kairo Mojtaba Ferdosipour menegaskan, "Iran hanya akan menyetujui penghentian perang secara keseluruhan," ungkapnya.
Konflik Memanas dan Dampak Global
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei membantah klaim Presiden AS Donald Trump terkait permintaan gencatan senjata.
Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada akhir Februari.
Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut berdampak pada gangguan distribusi energi global, termasuk blokade de facto di Selat Hormuz.
Situasi ini turut memicu kenaikan harga minyak dan gas di pasar internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








