Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Upaya Gencatan Senjata Iran-AS Buntu, Negosiasi Mandek di Tengah Eskalasi Konflik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Upaya Gencatan Senjata Iran-AS Buntu, Negosiasi Mandek di Tengah Eskalasi Konflik
Foto: (Sumber : Arsip foto - Sejumlah warga kota membentangkan poster saat aksi unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Fengguo/nz).)

Pantau - Upaya sejumlah negara mediator untuk mencapai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan setelah kedua pihak belum mencapai kesepakatan dalam perundingan terbaru.

Iran Tolak Bertemu dan Gencatan Senjata

Laporan menyebut Iran menolak bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Pakistan karena menganggap tuntutan Washington tidak dapat diterima.

Kepala misi diplomatik Iran di Kairo Mojtaba Ferdosipour menegaskan sikap negaranya dengan menyatakan, "Iran hanya akan menyetujui pengakhiran perang sepenuhnya dan menentang gencatan senjata."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei juga membantah klaim Presiden AS yang menyebut Teheran meminta gencatan senjata.

Mediator Terus Upayakan Dialog di Tengah Eskalasi

Meski mengalami kebuntuan, Mesir dan Turki masih berupaya memfasilitasi dialog dengan menawarkan lokasi perundingan di Doha dan Istanbul.

Konflik memanas sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari yang menyebabkan korban dan kerusakan.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi tersebut turut berdampak pada sektor global dengan terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia, sehingga memicu kenaikan harga minyak dan gas.

Penulis :
Ahmad Yusuf