
Pantau - Sebanyak 216 kepala keluarga korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Utara menerima kunci hunian sementara (Huntara) yang dibangun oleh Danantara Indonesia.
Penyerahan kunci Huntara dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, kepada para pengungsi.
"Mulai hari ini para pengungsi sudah bisa tinggal di hunian sementara dan proses penyerahan kunci diserahkan langsung Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil," ungkap Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, saat dihubungi di Banda Aceh, Rabu.
Proses Penyerahan dan Pembangunan Huntara
Bupati Aceh Utara menerima Huntara dari pihak Danantara Indonesia sebelum menyerahkannya kepada warga yang terdampak bencana.
Pembangunan Huntara ini dikerjakan oleh PP Construction Investment dan Waskita.
Di lokasi pertama, diserahkan sebanyak 180 unit Huntara, sedangkan di lokasi kedua sebanyak 36 unit.
Total unit Huntara yang telah siap huni dan diserahkan kepada korban berjumlah 216 unit.
Selain itu, masih terdapat 118 unit Huntara yang saat ini dalam proses pembangunan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Secara keseluruhan, kebutuhan Huntara bagi para korban bencana di Aceh Utara mencapai 298 unit.
"Huntara yang telah siap dan telah diserahkan kunci dihuni 395 jiwa. Bupati berharap kepada semua pihak agar membantu percepatan pembangunan Huntara dan Huntap sehingga semua pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat bisa segera dipindahkan ke Huntara sebelum memasuki bulan Ramadhan," ujar Muntasir Ramli.
Dampak Kerusakan dan Langkah Pemerintah
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan telah mengusulkan perbaikan rumah rusak berat akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 sebanyak 9.707 unit.
"Bupati Aceh Utara telah menerbitkan SK terkait data rumah yang rusak akibat bencana 26 November 2025 untuk disampaikan ke Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera," ungkap Muntasir.
Selain rumah rusak berat, data rumah rusak sedang yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebanyak 26.398 unit.
Sementara itu, rumah rusak ringan tercatat berjumlah 62.890 unit.
Kerusakan tersebut tersebar di 27 kecamatan yang mencakup total 852 gampong (desa) di Aceh Utara.
- Penulis :
- Leon Weldrick







