
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan 14 unit ekskavator untuk memperkuat penanganan bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen kementeriannya untuk terus hadir di lapangan hingga proses evakuasi dan penanganan darurat selesai.
Dody Hanggodo menyampaikan, “Kami akan terus berada di lapangan dan memastikan seluruh peralatan bekerja optimal sampai proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Kementerian PU berkomitmen hadir untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam situasi sulit seperti ini,”.
Kementerian PU menyatakan dukungan penuh diberikan sejak awal kejadian dengan mengerahkan alat berat dan sarana pendukung dari sejumlah balai teknis.
Alat berat dikerahkan untuk mempercepat evakuasi korban, membuka akses lokasi terdampak, serta menangani dampak bencana.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta Jawa Barat mengerahkan delapan unit ekskavator yang terdiri atas enam unit PC 75 dan dua unit PC 200 yang beroperasi di area evakuasi A2.
Balai Besar Wilayah Sungai Citarum mengerahkan lima unit ekskavator yang terdiri atas dua unit PC 55 dan tiga unit PC 200 yang bekerja di area evakuasi A1.
BBWS Citarum juga mengirimkan lima unit pompa air berkapasitas 16,7 liter per detik serta satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter.
Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung mengerahkan satu unit ekskavator mini PC 55 di area evakuasi A1 serta dua unit pompa air untuk menangani genangan dan lumpur.
Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jawa Barat menyediakan fasilitas dasar di pengungsian berupa 10 unit hidran umum, tujuh unit toilet portabel, dua unit mobil tangki air, dan dua unit tenda hunian darurat.
Berdasarkan data Basarnas per Minggu, 1 Februari 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah korban terdampak longsor tercatat 158 orang.
Sebanyak 78 orang berhasil diselamatkan, sementara enam orang masih dinyatakan belum ditemukan dan dalam proses pencarian.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan Basarnas, pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan bencana berjalan optimal dan terkoordinasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






