
Pantau - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan pentingnya percepatan dan penyederhanaan kebijakan sebagai strategi utama dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia dari tingkat lokal hingga nasional.
Belajar dari Negara Maju, Halal Jadi Simbol Ekonomi Modern
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyatakan bahwa Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari negara lain yang lebih dahulu mengembangkan ekosistem halal secara sistematis.
"Strategi simplifikasi dan percepatan penting untuk menjadikan halal sebagai kekuatan ekonomi," ungkapnya.
Haikal mendorong seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, untuk berani mengambil terobosan kebijakan dengan mencontoh negara-negara seperti China, Brasil, dan Amerika Serikat.
Ketiga negara tersebut disebut telah lama menyadari bahwa produk halal dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menekankan bahwa saat ini halal bukan hanya identitas keagamaan, melainkan telah berkembang menjadi simbol peradaban modern global.
Halal Dipandang sebagai Standar Global dan Peluang Ekspor
Haikal menyebut bahwa di negara seperti Korea Selatan dan Rusia, produk halal diposisikan sebagai:
- Double clean standard atau jaminan kebersihan ganda
- Elite food atau makanan elite berkualitas tinggi
- Faktor penting dalam customer satisfaction atau kepuasan pelanggan
Dalam konteks ini, BPJPH terus mendorong program-program konkret di daerah agar Indonesia mampu bersaing dan meneguhkan posisinya sebagai produsen halal global.
Salah satu upaya utama adalah akselerasi sertifikasi halal untuk menjamin kehalalan produk dari hulu ke hilir.
BPJPH menargetkan agar proses sertifikasi tidak hanya cepat, tetapi juga sederhana dan efisien, sehingga memudahkan pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Fokus utama BPJPH adalah menyelaraskan kecepatan regulasi dengan praktik terbaik internasional untuk menjadikan halal sebagai bagian integral dari daya saing ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan






