
Pantau - RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, membebaskan biaya rawat inap bagi siswa SMA Negeri 2 Kudus yang naik kelas ke ruang VIP akibat dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Mustiko Wibowo, menyatakan, "Dari sejumlah siswa yang dirawat, ada dua pasien yang naik kelas ke ruang perawatan VIP," ungkapnya.
Secara prosedural, keluarga pasien biasanya menandatangani surat persetujuan untuk naik kelas perawatan.
Bagian keuangan rumah sakit awalnya tidak mengetahui kebijakan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda yang menggratiskan seluruh biaya perawatan bagi pasien terduga keracunan MBG.
Beberapa pasien sempat melakukan pembayaran, namun Mustiko memastikan biaya yang sudah dibayarkan akan dikembalikan pada Selasa 3 Februari 2026.
Saat proses pendaftaran, pasien dan keluarga diberikan edukasi bahwa perawatan di ruang VIP akan dikenakan biaya tambahan sesuai ketentuan RSUD Loekmono Hadi Kudus.
Keluarga pasien yang mengajukan kenaikan kelas perawatan menandatangani surat informed consent sebagai bukti persetujuan atas tambahan biaya tersebut.
Dengan keterbatasan kapasitas, tidak semua pasien rawat inap dapat ditempatkan di ruang VIP.
Dari kasus dugaan keracunan menu MBG, RSUD Loekmono Hadi Kudus mencatat sebanyak 33 siswa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Kudus.
Dari jumlah tersebut, 15 siswa menjalani rawat jalan, sedangkan 18 siswa menjalani rawat inap.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menunjukkan total siswa yang dirujuk dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit sebanyak 135 orang, dengan 47 siswa menjalani rawat inap.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





