Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PPPA Perkuat Koordinasi Lintas Daerah untuk Mencegah Terulangnya Kekerasan terhadap Anak di Ngada

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian PPPA Perkuat Koordinasi Lintas Daerah untuk Mencegah Terulangnya Kekerasan terhadap Anak di Ngada
Foto: (Sumber: Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu. ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur guna mencegah berulangnya kasus kekerasan terhadap anak menyusul peristiwa yang menimpa siswa SD berinisial Y (10).

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah intervensi primer agar kasus serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari.

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA Pribudiarta Nur Sitepu menjelaskan bahwa upaya ini juga bertujuan memastikan penjangkauan serta pendampingan terhadap keluarga korban berjalan optimal.

Penguatan Deteksi Dini di Sekolah dan Keluarga

KemenPPPA mendorong intervensi sekunder berupa peningkatan deteksi dini agar lingkungan sekolah, keluarga, dan lokasi terjadinya peristiwa lebih peka terhadap potensi kekerasan atau tekanan yang dialami anak.

Pribudiarta menyatakan bahwa sensitivitas lingkungan menjadi kunci untuk mencegah anak berada dalam situasi berisiko tanpa terdeteksi.

Kementerian juga menyiapkan intervensi tersier berupa penanganan kasus secara tuntas melalui manajemen kasus serta pemulihan fungsi keluarga.

Latar Belakang Kasus dan Pendekatan Berlapis

Korban diketahui mengakhiri hidupnya pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya.

Y selama ini tinggal bersama neneknya di Kabupaten Ngada, sementara ibunya menetap di kampung lain bersama empat saudara korban.

Ayah kandung korban telah merantau sejak korban masih dalam kandungan dan tidak pernah kembali, sementara Y merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.

KemenPPPA menegaskan bahwa pendekatan berlapis mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kasus harus diperkuat agar tragedi serupa tidak terulang.

Penulis :
Aditya Yohan