Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Industri Susu untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Industri Susu untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Foto: (Sumber: Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kamis (5/2/2026). Foto: Ysm/Karisma.)

Pantau - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan pentingnya penguatan industri susu nasional untuk mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Kesenjangan Produksi Susu Ancam Capaian Program MBG

Dalam kunjungan kerja Komisi VII ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kamis (5/2/2026), Saleh menyoroti masih besarnya kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi susu dalam negeri.

"Susu adalah salah satu makanan bergizi yang dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Karena itu, ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa kebutuhan susu nasional saat ini mencapai 66 juta, sementara kapasitas produksi baru sekitar 20 juta, meninggalkan defisit sekitar 40 juta yang harus segera dipenuhi pemerintah.

Program MBG menempatkan susu sebagai bagian penting dari ekosistem pangan bergizi, yang membutuhkan dukungan dari industri pengolahan yang kuat, standar mutu yang terjamin, serta rantai pasok yang stabil dan berbasis bahan baku dalam negeri.

Saleh mengungkapkan bahwa rendahnya pasokan juga berdampak pada frekuensi konsumsi susu harian anak-anak, yang saat ini rata-rata baru tiga kali dalam seminggu.

Pemerintah Didorong Segera Tutup Defisit Susu Nasional

Saleh mempertanyakan langkah strategis pemerintah dalam menutup defisit tersebut, apakah melalui mendatangkan investor baru, memperluas kapasitas industri lokal, atau kebijakan alternatif lainnya.

Ia juga menyoroti bahwa masih banyak susu hasil peternak lokal yang belum bisa diserap industri karena belum memenuhi standar mutu.

"Ini menjadi tugas pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk memberikan pendidikan dan edukasi agar peternak kita bisa lebih profesional," tegasnya.

Penekanan juga diberikan pada pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas peternak lokal agar mampu menghasilkan susu yang sesuai standar industri pengolahan.

Menurut Saleh, pemenuhan kebutuhan susu harus dilaksanakan secara terintegrasi dan selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam aspek ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa penguatan industri susu tidak hanya penting untuk keberhasilan Program MBG, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan