Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mahasiswa Indonesia Ikuti Gala Desa di China Timur, Rasakan Langsung Tradisi Rakyat Festival Musim Semi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mahasiswa Indonesia Ikuti Gala Desa di China Timur, Rasakan Langsung Tradisi Rakyat Festival Musim Semi
Foto: (Sumber: Sejumlah mahasiswa Indonesia menghadiri rangkaian perayaan menyambut Festival Musim Semi 2026 di desa di Provinsi Jiangxi, China timur. (ANTARA/Xinhua).)

Pantau - Dua mahasiswi Indonesia, Juditha Leony Syahffira Bororing dan Ariella Tahali Fairuz Dyas, berbagi pengalaman unik mengikuti perayaan Festival Musim Semi di daerah pedesaan Provinsi Jiangxi, China timur, dalam rangka program pertukaran budaya internasional._

Juditha, mahasiswi University of Water Resources and Electric Power Jiangxi, mengungkapkan bahwa Festival Musim Semi di China ternyata lebih dari sekadar barongsai, tari naga, dan pangsit.

"Perayaan Festival Musim Semi China tidak hanya mencakup tari naga dan barongsai serta makan pangsit. Kegiatan-kegiatan meriah seperti gala desa telah memberikan saya pemahaman mendalam tentang pesona kesenian rakyat China dan suasana gembira dalam merayakan festival tradisional China di daerah pedesaannya," ujarnya.

Gala Desa, Warisan Budaya dan Energi Komunitas

Jelang Tahun Baru Imlek 2026, mahasiswa internasional termasuk dari Indonesia diajak mengikuti berbagai kegiatan di desa seperti parade warisan budaya takbenda, pembuatan kue ketan, dan permainan rakyat seperti “panen seru” dan “mengembalikan biji-bijian ke lumbung”.

Puncaknya, pada malam hari, para peserta bergabung menonton pertunjukan gala desa yang dipentaskan oleh warga setempat.

Juditha menyampaikan bahwa di Indonesia, Imlek dikenal dengan angpau dan atraksi di kota, namun di desa China perayaan jauh lebih kuat berakar pada seni rakyat dan komunitas.

"Namun, pemahaman saya terbatas pada gaya perayaan perkotaan. Saya tidak menyadari bahwa di daerah pedesaan di China, perayaan tersebut sangat berakar pada kesenian rakyat dan pertunjukan komunitas sampai saya merasakan Festival Musim Semi Desa ini pada hari ini," jelasnya.

Kesan Pertama Mahasiswa Baru dan Harapan Pertukaran Budaya

Ariella Tahali Fairuz Dyas, yang baru pertama kali datang ke China, merasa kagum dengan desa-desa yang tertata dan penuh semangat kebersamaan.

"Ini pertama kalinya saya berada di China, dan juga pertama kalinya saya melihat pedesaan China. Saya merasakan ketekunan masyarakat China, yang telah membangun desa-desa mereka menjadi tempat yang indah dengan festival dan perayaan yang terorganisasi dengan rapi," ungkap Dyas.

Ia menambahkan bahwa persepsinya berubah karena sebelumnya membayangkan desa akan lebih tradisional dan sederhana.

"Menurut saya daerah pedesaan sangat indah dan menenangkan... sebenarnya cukup terorganisasi dan maju," tambahnya.

Bagian favorit Dyas adalah gala desa, yang menurutnya menyenangkan dan penuh energi.

"Saya merasa diterima dengan baik, dan energi acara tersebut membuat saya bersemangat. Saya juga belajar bahwa di China, kegiatan seperti pertunjukan dan acara budaya merupakan cara untuk berbagi kebahagiaan dan menyatukan orang-orang," katanya.

Jembatan Budaya Melalui Program Study in Jiangxi

Program ini diselenggarakan oleh International Communication Alliance of Universities and Colleges Jiangxi, yang sejak didirikan pada Juni 2024 telah menggelar lebih dari 20 kegiatan pertukaran budaya, termasuk budaya keramik, pengobatan tradisional, air, dan drama.

Juditha meyakini pengalaman langsung seperti ini penting bagi mahasiswa asing.

"Selain belajar dari buku atau video, kegiatan ini menciptakan peluang untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat, yang memperdalam pemahaman kita tentang budaya China serta memupuk persahabatan dan pertukaran budaya," tutupnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf