
Pantau - Badan Aspirasi Masyarakat DPR membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat guna mempercepat pembangunan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap dan kawasan sekitarnya yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih.
Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR Ahmad Heryawan menyampaikan hal tersebut saat Pembukaan Festival Aspirasi DPR di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin.
Ahmad Heryawan menegaskan dialog aspiratif merupakan bagian dari komitmen DPR RI dalam menyerap, menelaah, dan menindaklanjuti masukan masyarakat secara terarah dan berkelanjutan.
Badan Aspirasi Masyarakat merupakan alat kelengkapan DPR yang relatif baru dan dibentuk untuk memberikan fokus khusus pada penyerapan aspirasi masyarakat.
Jika sebelumnya penyerapan aspirasi melekat pada tugas anggota DPR dan komisi, kini aspirasi dihimpun secara khusus melalui BAM untuk kemudian disalurkan kepada komisi atau mitra kerja terkait.
“BAM ini bertemu masyarakat terus-menerus. Aspirasi bukan hanya dari warga secara langsung, juga dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga lembaga-lembaga yang ada di daerah,” ungkapnya.
Ahmad Heryawan menilai cakupan aspirasi masyarakat sangat luas, mulai dari persoalan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi daerah.
Ia menyebut dibutuhkan mekanisme yang mampu menampung dan mengelola aspirasi secara sistematis agar dapat ditindaklanjuti dalam kebijakan dan program pembangunan.
Ia juga menyinggung fenomena penyampaian aspirasi melalui media sosial yang semakin masif, namun menegaskan jalur dialog formal melalui BAM tetap penting karena memiliki kekuatan tindak lanjut secara kelembagaan.
Dalam konteks pembangunan wilayah, Ahmad Heryawan menyoroti kawasan Jawa Tengah bagian selatan yang secara historis masih tertinggal dibandingkan wilayah utara, terutama dari sisi infrastruktur.
“Infrastruktur yang baik akan memperlancar pergerakan orang dan barang. Kalau itu lancar, maka kemajuan di bidang ekonomi, sosial, dan sektor lainnya akan ikut bergerak,” ujarnya.
Usai acara, Ahmad Heryawan meninjau displai pohon aspirasi yang dipasang di halaman pendopo dan menaruh perhatian pada salah satu aspirasi tertulis.
Aspirasi tersebut menyoroti ketimpangan perlakuan antara guru madrasah dan guru satuan pendidikan lainnya dengan tulisan “Hari ini ada ketimpangan guru madrasah dan guru lainnya, mohon tidak ada ketidakadilan.”
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Heryawan menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan perhatian yang adil terhadap seluruh satuan pendidikan.
“Di lapangan ‘kan tetap masyarakat daerah. Karena itu bupati, wali kota, maupun gubernur, kalau memberi perhatian kepada SD, SMP, dan SMA, pada saat yang sama juga harus memperhatikan madrasah, baik ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun aliyah,” katanya.
Ia menegaskan meskipun madrasah berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, pemerintah daerah tetap dapat berperan melalui kebijakan dan dukungan yang berkeadilan.
Ahmad Heryawan menambahkan pola tersebut pernah diterapkan saat dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan dinilai mampu mengurangi kesenjangan perlakuan antarsatuan pendidikan.
Festival Aspirasi mengusung tema Menjadikan Cilacap Bagian Kemajuan Jasela Jawa Tengah Selatan dan dihadiri sejumlah anggota BAM DPR, antara lain Agun Gunandjar Sudarsa, Cellica Nurrachadiana, Siti Mukaromah, Obon Tobroni, dan Muhammad Haris.
- Penulis :
- Aditya Yohan







