Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditangkap karena Jadi Gembong Sabu, Polisi Telusuri Jaringan Lebih Luas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditangkap karena Jadi Gembong Sabu, Polisi Telusuri Jaringan Lebih Luas
Foto: (Sumber: Anggota Propam Polda NTB menggiring Kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi (kedua kanan) menuju ruang penahanan usai menjalani sidang etik Polri terkait kasus peredaran narkoba di Mapolda NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (9/2/2026).(ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/agr))

Pantau - Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkotika setelah ditangkap dengan barang bukti hampir setengah kilogram sabu-sabu di rumah dinasnya di kompleks asrama Polres Bima Kota, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Tersangka Positif Narkoba, Diberhentikan Tidak Hormat

Penangkapan AKP Malaungi mengguncang publik karena yang bersangkutan merupakan pimpinan penegak hukum yang seharusnya memberantas narkotika di wilayahnya.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu-sabu seberat 488,496 gram, sementara hasil tes urine terhadap AKP Malaungi menunjukkan positif amphetamine dan methamphetamine.

Ia langsung menjalani sidang etik di internal kepolisian dan dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Propam Polda NTB.

Polisi menyatakan bahwa identitas penyuplai sabu kepada AKP Malaungi telah dikantongi dan pengembangan kasus masih berlangsung.

Terbongkar dari Penangkapan Jaringan Polisi dan Sipil

Kasus ini bermula dari pengembangan penangkapan terhadap Bripka K, anggota polisi lainnya, yang ditangkap bersama istri dan dua rekannya saat membawa puluhan gram sabu dan uang tunai puluhan juta rupiah.

Temuan tersebut mengungkap bahwa jaringan peredaran narkoba di Bima tidak hanya melibatkan pelaku lapangan, tetapi juga aparat penegak hukum.

Wilayah Bima dan bagian timur NTB selama ini dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkotika, dengan karakter geografis yang mendukung aktivitas penyelundupan.

Panjang garis pantai, akses laut terbuka, serta konektivitas antardaerah yang semakin luas memudahkan jalur distribusi gelap narkotika di Pulau Sumbawa.

Aparat kerap menggagalkan pengiriman sabu dalam jumlah besar, namun pola penyelundupan selalu berubah dan lebih terorganisir.

Jaringan Sabu di Bima Diduga Melibatkan Oknum Aparat

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa sabu-sabu masih mendominasi pasar gelap narkotika nasional, dengan distribusi memanfaatkan pelabuhan kecil dan jalur laut.

Struktur jaringan di Bima memperlihatkan pola khas: terdapat bandar, pengedar, perantara, dan dugaan kuat keterlibatan oknum aparat.

Keterlibatan AKP Malaungi sebagai Kasat Narkoba memperlihatkan skala pengkhianatan terhadap institusi dan masyarakat yang mempercayakan pemberantasan narkoba kepada aparat.

Masyarakat merespons kasus ini dengan kemarahan dan rasa dikhianati, mengingat narkotika menjadi ancaman serius terhadap generasi muda dan keamanan nasional.

Polisi menegaskan bahwa pengusutan kasus ini tidak berhenti pada satu tersangka saja, tetapi diarahkan untuk membongkar jaringan secara menyeluruh.

Penulis :
Ahmad Yusuf