Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Setahun Program CKG, Menko PMK Pratikno Ajak Masyarakat Rutin Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Setahun Program CKG, Menko PMK Pratikno Ajak Masyarakat Rutin Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Foto: (Sumber: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyapa para pasien di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara rutin guna mendorong pencegahan penyakit sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikan Pratikno saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa (10/2/2026), bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program nasional tersebut.

Pratikno menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu momen ulang tahun untuk memeriksakan kesehatan karena layanan CKG dapat diakses kapan saja.

“Yang belum, segera cek kesehatan. Yang sudah pernah, silakan diulang lagi… layanannya bukan hanya di puskesmas, tetapi juga ada di kantor, di sekolah, di pabrik, dan lain-lain,” kata Pratikno, ungkapnya.

Pratikno memuji pelayanan di Puskesmas Cilandak yang dinilainya memiliki alur pemeriksaan sederhana dan efisien.

Ia menyebut hampir seluruh proses pemeriksaan dilakukan dalam satu ruangan sehingga memudahkan masyarakat.

Pelayanan laboratorium, kesehatan gigi, dan pemeriksaan mulut juga dinilai terintegrasi dengan baik dalam satu alur layanan.

Pratikno menyampaikan sepanjang tahun 2025 lebih dari 70 juta warga Indonesia telah menjadi penerima manfaat Program Cek Kesehatan Gratis.

“Alhamdulillah, sudah lebih dari 70 juta rakyat Indonesia yang sudah menikmati layanan kesehatan gratis ini,” ujarnya.

Program Cek Kesehatan Gratis mulai dilaksanakan pada 10 Februari 2025 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jenis pemeriksaan CKG meliputi tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol, EKG jantung, pemeriksaan mata, telinga, gigi, serta skrining kesehatan jiwa.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan pergeseran pendekatan layanan kesehatan dari kuratif menuju preventif demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan