
Pantau - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I Bukit Barisan telah menyelesaikan pembangunan jembatan Armco titik IV di Sungai Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana.
Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa rampungnya jembatan Armco tersebut merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbencal Kodam I Bukit Barisan dalam membantu pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
Asrul Kurniawan Harahap menjelaskan bahwa pembangunan jembatan kini telah selesai dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dengan selesainya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat di wilayah sekitar kembali berjalan normal dan aman karena akses transportasi menjadi lebih dekat.
Ia menyampaikan harapan agar jembatan Armco tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk memperlancar mobilitas harian serta mendukung aktivitas perekonomian warga setempat.
Pembangunan jembatan Armco titik IV dikerjakan oleh personel Satgas Gulbencal Kodam I Bukit Barisan secara terpadu dan terkoordinasi.
Personel yang terlibat berasal dari Kodim 0211 Tapanuli Tengah, Yon TP 908 Gajah Dompak, Zidam I Bukit Barisan, serta Yonzipur 11 Wira Bhakti Samudra.
Tahapan pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pengecoran pondasi jembatan sebagai struktur awal pembangunan.
Pekerjaan juga mencakup pelansiran material jembatan Armco ke lokasi pembangunan di Sungai Sigiring-giring.
Tahap selanjutnya dilakukan perakitan papan mal jembatan sebagai bagian dari konstruksi utama.
Setelah perakitan, personel melanjutkan pekerjaan dengan pengecoran slop jembatan.
Pekerjaan lanjutan dilakukan berupa pengacian untuk penyempurnaan permukaan konstruksi.
Selain itu dilakukan penimbunan dan pemadatan tanah di sekitar jembatan untuk memperkuat struktur penyangga.
Tahap akhir pekerjaan meliputi pengecatan sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi jembatan Armco.
Untuk mendukung pekerjaan penimbunan dan pemadatan, satu unit alat berat berupa ekskavator long arm Zeni Angkatan Darat dioperasikan di lokasi pembangunan.
Selain alat berat, personel di lapangan juga menggunakan berbagai alat kerja manual.
Alat kerja manual yang digunakan antara lain cangkul, sekop, angkong, dan linggis.
Seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal berkat dukungan peralatan yang memadai serta kerja terpadu personel di lapangan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







