Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pakar UGM Ingatkan Risiko Bencana Harus Masuk Perhitungan Kebijakan Ekonomi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar UGM Ingatkan Risiko Bencana Harus Masuk Perhitungan Kebijakan Ekonomi Nasional
Foto: (Sumber: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri..)

Pantau - Ekonom Universitas Gadjah Mada Wisnu Setiadi Nugroho mengingatkan pentingnya penghitungan risiko bencana dimasukkan dalam perumusan kebijakan perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Wisnu Setiadi Nugroho yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dalam sebuah diskusi daring yang diikuti dari Jakarta.

Indonesia dinilai sebagai wilayah yang rawan bencana baik bencana alam maupun bencana hidrometeorologi sehingga kondisi tersebut seharusnya menjadi dasar pertimbangan dalam kebijakan ekonomi.

Risiko Bencana dan Eksternalitas Ekonomi

Wisnu menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia kerap mengabaikan eksternalitas termasuk risiko bencana dalam perumusan kebijakan fiskal dan investasi.

Pengabaian variabel bencana tersebut dinilai dapat menyebabkan daerah dengan risiko tinggi memiliki tingkat keterpaparan dan kerentanan yang besar sehingga berdampak langsung kepada masyarakat.

Wisnu menyampaikan kritik tersebut dengan menegaskan, “Pertumbuhan kita di negara kita biasanya yang pertama neglecting externalities, eksternalitas itu, kemudian tidak dipedulikan, diacuhkan, jadi kemudian kebijakan fiskal, investasi itu mengabaikan adanya variabel bencana, risiko-risiko yang muncul, sehingga daerah yang memiliki risiko besar eksposure akan besar, vulnerability-nya akan besar dan itu akan berdampak langsung ke masyarakat”.

Orientasi Jangka Panjang dan Tata Ruang

Selain risiko bencana, Wisnu juga menyoroti perlunya menghindari miskalkulasi penggunaan ruang atau spasial dalam kebijakan pembangunan.

Ia mengingatkan agar ekspansi infrastruktur tidak dilakukan di wilayah rentan seperti pesisir, lembah, dan lereng tanpa mitigasi risiko yang memadai.

Wisnu mendorong agar kebijakan ekonomi tidak berorientasi pada keuntungan jangka pendek dan menghindari bias dalam mengejar pertumbuhan produk domestik bruto secara instan.

Ia menekankan pentingnya perspektif jangka panjang dengan mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap generasi mendatang, ujarnya, “Mereka mencari yang cepat untung, padahal kita tidak boleh mencari yang cepat untung, kita harus berpikir jangka panjang. Anak kita akan seperti apa, cucu kita akan seperti apa, bagaimana kalau ada risiko bencana dan lain-lain”.

Penghitungan efek jangka panjang dinilai penting untuk menekan risiko bencana yang dapat menimbulkan korban jiwa serta memicu perubahan perilaku masyarakat termasuk perilaku ekonomi.

Perubahan perilaku ekonomi akibat paparan bencana dalam periode tertentu dinilai dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti