
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 251 titik panas di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data hingga Rabu, 11 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Bengkalis Terbanyak, Riau Puncaki Daftar Titik Panas di Sumatera
Dari total titik panas tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yaitu 139 titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S merinci sebaran titik panas lainnya di Riau sebagai berikut:
- Indragiri Hilir: 18 titik
- Siak: 6 titik
- Kepulauan Meranti: 2 titik
- Rokan Hilir dan Kota Dumai: masing-masing 1 titik
Secara keseluruhan, di Pulau Sumatera terdeteksi 336 titik panas, dengan Riau menempati posisi tertinggi dibanding provinsi lain, seperti:
- Kepulauan Bangka Belitung: 25 titik
- Aceh: 20 titik
- Sumatera Utara: 16 titik
- Kepulauan Riau: 14 titik
- Sumatera Barat: 5 titik
- Jambi: 3 titik
Karhutla Terdeteksi di 10 Daerah, 182 Hektare Lahan Sudah Terbakar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah terjadi di 10 kabupaten/kota.
Total luas lahan yang terbakar hingga awal tahun 2026 mencapai 182,76 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menjelaskan wilayah terdampak meliputi:
- Kabupaten Bengkalis
- Kepulauan Meranti
- Siak
- Kampar
- Pelalawan
- Indragiri Hulu
- Indragiri Hilir
- Kuantan Singingi
- Kota Dumai
- Kota Pekanbaru
Rincian luas lahan terbakar:
- Bengkalis: 65,51 hektare
- Indragiri Hilir: 36,50 hektare
- Pelalawan: 21 hektare
- Dumai: 19,52 hektare
- Pekanbaru: 11,58 hektare
- Siak: 9,55 hektare
- Kampar: 8,50 hektare
- Kepulauan Meranti: 7,90 hektare
- Kuantan Singingi: 1,50 hektare
- Indragiri Hulu: 1,20 hektare
BPBD juga mencatat secara keseluruhan telah terdeteksi 848 titik panas di Riau dengan 79 titik api.
BPBD Damkar Riau meminta pemerintah kabupaten/kota untuk segera menetapkan status siaga darurat karhutla guna mencegah perluasan kebakaran dan mempercepat penanganan di lapangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







