Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 11–14 Februari 2026, Sejumlah Perairan Berpotensi Terdampak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 11–14 Februari 2026, Sejumlah Perairan Berpotensi Terdampak
Foto: (Sumber: lustrasi - Gelombang tinggi di pantai Ampenan, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa/am.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 11 hingga 14 Februari 2026.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menyampaikan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 5–20 knot, sedangkan di wilayah selatan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 3–16 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur dan Samudra Pasifik utara Maluku yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan.

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara serta Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Bengkulu, Aceh, Kepulauan Mentawai, dan Lampung.

Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Potensi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter turut diprakirakan terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, utara, dan timur, Selat Karimata bagian utara, serta Selat Makassar bagian selatan.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi pada kisaran 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran terutama bagi perahu nelayan jika angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.

Risiko juga mengancam kapal tongkang jika angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter serta kapal ferry jika angin melebihi 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap waspada serta memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG.

Penulis :
Ahmad Yusuf