
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten mengimbau warga menghentikan sementara seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane setelah terdeteksi pencemaran bahan kimia berbahaya berupa pestisida.
DLH Kota Tangerang menyatakan pemantauan kualitas air Sungai Cisadane dilakukan secara berkala sambil menunggu hasil laboratorium selesai untuk memastikan kondisi kembali aman.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan, "Pemantauan dilakukan menggunakan alat pantau kualitas air yang diperbarui setiap jam," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Pemantauan dilakukan untuk memastikan tak ada korban akibat bahan kimia yang bercampur di Sungai Cisadane," ungkapnya.
DLH menyebut pembaruan pemantauan dilakukan tiap jam karena banyak masyarakat beraktivitas di Sungai Cisadane.
DLH menyatakan pemantauan menyasar kondisi air sungai untuk memastikan tidak ada korban akibat bahan kimia yang bercampur di aliran Cisadane.
DLH juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menangkap ikan dari Sungai Cisadane serta tidak mengolah dan tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari sungai tersebut.
DLH menyebut imbauan itu dilakukan karena ada risiko terpapar zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menyatakan paparan limbah kimia dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, mual, muntah, dan keluhan lainnya.
Pejabat Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan, "Apabila masyarakat mengalami gejala atau keluhan setelah kontak dengan air Sungai Cisadane, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Untuk kondisi darurat masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 atau 021-5577-1135," ungkapnya.
DLH menegaskan, "Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane agar dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium resmi dirilis dan sungai dinyatakan kembali dalam kondisi aman," ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







