Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Anak Muda Makassar Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Wali Kota Apresiasi dan Siap Dukung Inovasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Anak Muda Makassar Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Wali Kota Apresiasi dan Siap Dukung Inovasi
Foto: Ilustrasi - Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik di Kota Makassar (sumber: Humas Pemkot Makassar)

Pantau - Sejumlah anak muda di Jalan Labu Lorong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang bermanfaat dan bernilai guna.

Inovasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjawab tantangan krisis sampah plastik yang kian meningkat.

Darwin, salah satu penggagas inovasi, menyampaikan bahwa kreativitas masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah lingkungan.

"Ini kesadaran, kemauan, dan kreativitas masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan yang dihadapi saat ini," ungkapnya.

Proses Pengolahan Sederhana dengan Dampak Besar

Proses pengolahan dilakukan dengan instalasi sederhana menggunakan drum besi dan oli bekas sebagai bahan pembakar.

Sampah plastik dimasak selama dua hingga tiga jam hingga menghasilkan cairan yang kemudian disuling menjadi BBM.

" Sekitar 10 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan satu liter bahan bakar. Hasil pembakarannya bisa menjadi solar, dan setelah melalui proses penyulingan, bisa mendekati bensin setara premium," jelas Darwin.

Penggunaan oli bekas membuat proses pembakaran lebih efisien dan ramah lingkungan.

Satu liter oli bekas bisa digunakan selama dua jam pembakaran.

Jenis sampah plastik yang digunakan berasal dari botol bekas, kantong kresek, kemasan makanan, dan sampah rumah tangga lainnya.

Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dari warga sekitar dan juga diambil langsung dari kanal maupun lingkungan sekitar.

"Ini memang difokuskan pada pengolahan sampah plastik secara umum, tidak terbatas hanya pada botol atau gelas plastik," ia menambahkan.

Darwin berharap inisiatif ini bisa menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya peran negara dalam mendukung inovasi warga.

"Inovasi kami warga tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir dengan regulasi, pendampingan, dan sistem yang memastikan pengelolaan limbah berjalan aman dan berkelanjutan," ujarnya.

Wali Kota Makassar Apresiasi dan Siap Fasilitasi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengunjungi langsung lokasi pengolahan sampah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif anak muda.

Dalam kunjungannya, Appi menyaksikan langsung proses dari pengumpulan hingga peleburan sampah menjadi bahan bakar.

"Inovasi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta manfaat sosial bagi warga," ungkap Appi.

Ia menilai inisiatif ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan ramah lingkungan.

"Inovasi seperti ini harus kita dorong dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dampingi. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kepedulian, kreativitas, dan keberanian anak muda mengambil peran dalam menyelesaikan masalah kota," tegasnya.

Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi bagi para inovator lokal agar karya-karya serupa bisa dikembangkan lebih luas dan berkelanjutan.

Dukungan pemerintah meliputi pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, serta akses kemitraan.

Munafri berharap inovasi ini dapat direplikasi di wilayah lain di Makassar untuk mendorong kesadaran pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kunjungan tersebut memotivasi para inovator, termasuk Darwin, untuk terus mengembangkan inovasinya.

Hal ini juga memperkuat komitmen Pemkot Makassar dalam menjadikan anak muda sebagai motor penggerak perubahan menuju kota yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Penulis :
Arian Mesa