
Pantau - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, untuk membahas percepatan pengaliran listrik perdesaan dan pembangunan desa, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan tersebut menjajaki kerja sama pengembangan listrik desa, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan, melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan dan sistem terdesentralisasi.
Delegasi perusahaan yang hadir antara lain Carruthers Renewables yang mengembangkan mikrohidro off-grid, Centre for Energy Equality (CEE) yang berfokus pada energi inklusif, Eja-Ice untuk rantai dingin tenaga surya, Propel and Power dengan turbin laut tanpa baling-baling, serta Compact Syngas Solutions yang mengolah limbah menjadi energi.
Pembahasan mencakup pengembangan energi terbarukan terdesentralisasi untuk memperluas akses listrik desa dan memperkuat pasokan energi bagi BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih.
Dukungan energi untuk cold chain pangan dan layanan dasar desa juga menjadi perhatian guna menunjang ketahanan pangan dan aktivitas ekonomi lokal.
Kedua pihak turut membahas skema proyek percontohan sebagai langkah awal implementasi kerja sama teknologi energi di sejumlah desa.
Yandri menyebut terdapat 75.266 desa di Indonesia sehingga diperlukan kolaborasi multipihak untuk mempercepat pembangunan desa secara merata.
Kemendes PDT saat ini memiliki 12 program prioritas, termasuk target pembangunan 5.000 desa ekspor, desa tematik penyuplai bahan baku program Makan Bergizi Gratis, desa berketahanan iklim, dan desa bebas sampah.
Audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Innovate UK Energy Access Brokerage di Indonesia yang mempertemukan inovator Inggris dengan pemangku kepentingan nasional untuk membuka peluang kolaborasi proyek listrik desa dan penguatan ekonomi desa berbasis teknologi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







