
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempercepat penguatan desa wisata di seluruh Indonesia guna mendorong pembangunan dan kemajuan ekonomi daerah.
Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menyatakan “Kita kerjakan sama-sama. Konsepnya harus mudah dikerjakan oleh desa dengan segala keterbatasannya. Kita buat panduan tertulis dan visualnya juga supaya mudah dipahami dan dikenal, dan RAB agar masyarakat desa juga tidak bingung. Nanti kita carikan pembiayaannya,” kata Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria.
Konsep dan silabus akan dibentuk berdasarkan peta potensi yang dimiliki setiap desa agar kerja sama berjalan efektif dan efisien.
Penguatan desa wisata dinilai penting untuk mendorong kemajuan negara dan mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal.
Indonesia memiliki modal besar berupa keindahan alam di hampir seluruh provinsi yang mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Wamendes Ariza menyatakan “Salah satu pembangunan bangsa memang sektor pangan, tapi juga ditambah pariwisata. Indonesia kalau mau maju dua sektor itu paling utama,” kata Wamendes Ariza.
- Terdapat 6.189 desa wisata di seluruh Indonesia.
- Sebanyak 78,2 persen desa wisata masih berstatus rintisan.
- Sebanyak 16,11 persen desa wisata berstatus berkembang.
- Sebanyak 5,14 persen desa wisata berstatus maju.
- Hanya 0,5 persen desa wisata yang berstatus mandiri.
Kondisi tersebut mendorong Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menggandeng Kemendes PDT untuk mempercepat pembangunan desa wisata.
Wamenpar Ni Luh Puspa menyatakan “Tahun ini kita akan membuat roadmap pembuatan desa wisata, sehingga pengembangan desa wisata bisa jalan maksimal dan terarah lagi. Karena tidak hanya objek wisata tapi juga ada pelaku UMKM, ada homestay, ada banyak sekali yang terkait. Ini perlu pendampingan dan menguatkan fasilitas infrastruktur,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Pelaksanaan kerja sama tidak akan meninggalkan peran pendamping desa yang berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata dan perusahaan swasta berpengalaman.
Kemajuan media sosial juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi desa wisata hingga tingkat internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







