
Pantau - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat pemulihan 4.876 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi melalui lima langkah strategis guna menggerakkan kembali perekonomian daerah.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mengatakan, "Secara umum, Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan lima langkah upaya penanganan terhadap UMKM yang terdampak bencana," ungkapnya di Kota Padang, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR bersama sejumlah mitra kerja di Kota Padang.
Mitra kerja yang hadir antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, LKBN ANTARA, RRI, dan TVRI.
Lima Langkah Strategis Pemulihan UMKM
Langkah pertama yang dilakukan adalah pemetaan data koperasi dan UMKM sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemulihan pascabencana.
Langkah kedua, pemerintah provinsi menggunakan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai basis data resmi untuk perencanaan program pemulihan, penyaluran bantuan, serta sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Langkah ketiga adalah membuka Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat layanan terpadu hasil inisiatif Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mempercepat pemulihan ekonomi pelaku usaha terdampak.
Klinik UMKM Minang Bangkit memiliki tiga fungsi utama, yakni memastikan UMKM terdampak mendapatkan relaksasi pinjaman kredit dan kecukupan modal usaha.
Fungsi berikutnya adalah layanan belanja produk lokal guna memastikan UMKM yang masih berproduksi memperoleh akses pasar.
Klinik tersebut juga memberikan alternatif solusi bagi pelaku UMKM yang usahanya tidak lagi beroperasi akibat bencana.
Trauma Healing dan Penyaluran Bantuan
Selain membuka layanan terpadu, Pemerintah Provinsi Sumbar juga melakukan pendampingan trauma healing atau pemulihan mental bagi pelaku UMKM terdampak.
Pemerintah turut menyalurkan berbagai bantuan usaha seperti kompor, tenda, toilet portabel, kebutuhan anak-anak dan perempuan, peralatan masak, sembako, serta bantuan lainnya untuk mendukung keberlangsungan usaha.
Selain 4.876 UMKM, pemerintah provinsi mencatat sebanyak 111 industri kecil menengah (IKM) terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Tercatat pula 30 pasar yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di Sumatera Barat ikut terdampak sehingga membutuhkan langkah percepatan pemulihan terpadu.
- Penulis :
- Leon Weldrick







