
Pantau - Amerika Serikat dan China dilaporkan sepakat memperpanjang berlakunya kesepakatan gencatan perang dagang hingga satu tahun ke depan guna menjaga stabilitas hubungan ekonomi kedua negara.
Kesepakatan awal diteken pada Oktober 2025 dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, Korea Selatan.
Laporan harian South China Morning Post menyebutkan perpanjangan tersebut kemungkinan akan disepakati pada April mendatang.
Langkah perpanjangan itu dinilai realistis dan dapat tercapai oleh pejabat kedua negara yang saat ini masih melakukan pembahasan teknis.
Perpanjangan ini memungkinkan Washington dan Beijing berfokus pada manfaat ekonomi jangka pendek dari kesepakatan Oktober, termasuk komitmen pembelian baru dari pihak China terhadap produk asal Amerika Serikat.
Dalam kesepakatan sebelumnya, Amerika Serikat menurunkan rata-rata tarif atas barang asal China dari 57 persen menjadi 47 persen sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dagang.
Washington juga memangkas separuh tarif terkait fentanil menjadi 10 persen dalam paket kebijakan yang sama.
Sebagai imbalannya, China membuka peluang peningkatan impor produk pertanian dari Amerika Serikat guna memperkuat kerja sama perdagangan bilateral.
Rencana Kunjungan Donald Trump ke Beijing
Presiden Donald Trump dilaporkan berpeluang melakukan kunjungan selama tiga hari ke China mulai 31 Maret mendatang.
Jadwal kunjungan tersebut masih dalam pembahasan karena pihak Beijing mempertimbangkan penyesuaian dengan Festival Qingming yang jatuh pada 5 April.
Kunjungan itu diperkirakan menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kesepakatan dagang yang telah disepakati kedua negara.
Dampak dan Prospek Kesepakatan Dagang
Perpanjangan gencatan perang dagang ini dinilai memberi ruang bagi kedua negara untuk menjaga stabilitas pasar global di tengah dinamika ekonomi internasional.
Selain itu, fokus pada manfaat ekonomi jangka pendek diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha di kedua negara.
Status final perpanjangan kesepakatan tersebut akan ditentukan setelah pembahasan lanjutan oleh pejabat terkait dari Washington dan Beijing.
- Penulis :
- Leon Weldrick








