
Pantau - Biro Humas dan Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Agama menggulirkan program pembinaan berkelanjutan bertajuk “Humas Level Up” pada Jumat, 13 Februari 2026, sebagai respons atas tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.
Program yang dilaksanakan secara daring ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk memperkuat kapasitas komunikasi di lingkungan Kementerian Agama.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar menegaskan Humas Level Up bukan sekadar kegiatan seremonial melainkan mandat untuk memperkuat fondasi komunikasi institusi.
Ia menyampaikan, "Program ini adalah instruksi langsung Bapak Menteri Agama saat breakfast meeting Selasa lalu. Beliau ingin Humas Kemenag menjadi tim yang responsif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu mengomukasikan kebijakan dengan bahasa yang menyejukkan serta mencerahkan masyarakat,".
Thobib menjelaskan setiap peserta akan memperoleh sertifikat resmi yang memiliki nilai administratif tinggi untuk mendukung pengembangan karier.
Ia menambahkan, "Sertifikat ini bisa digunakan untuk pemenuhan dokumen kenaikan jenjang karir maupun perpindahan jabatan. Jadi, aspek kompetensi dan aspek karir berjalan beriringan,".
Kepala Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Moh Khoeron menjelaskan filosofi nama Humas Level Up sebagai dorongan agar insan humas tidak terjebak di zona nyaman.
Ia menyampaikan, "Kita tidak boleh jalan di tempat. Kita harus naik kelas, baik secara kualitas personal, kapasitas teknis, maupun ketajaman strategi komunikasi. Kita adalah keluarga besar dengan kekuatan luar biasa,".
Saat ini Kementerian Agama diperkuat 1.248 Pranata Humas yang terdiri atas 1.014 Ahli Pertama, 194 Ahli Muda, 31 Ahli Madya, serta didukung jenjang Terampil.
Untuk mengonsolidasikan kekuatan tersebut, Kementerian Agama menggandeng Pusat Pengembangan Kompetensi Pusbangkom melalui platform MOOC Pintar sebagai ruang belajar digital sekaligus wadah networking antarinsan humas di seluruh Indonesia.
Program Humas Level Up dirancang berkelanjutan dengan jadwal 16 kali pertemuan sepanjang 2026 yang dilaksanakan dua kali setiap bulan pada hari Jumat.
Moh Khoeron menegaskan komitmen keberlanjutan program dengan menyampaikan, "Kami ingin ini menjadi budaya belajar yang konsisten, bukan one-hit wonder yang langsung hilang setelah acara selesai. Ini adalah investasi jangka panjang untuk wajah Kementerian Agama yang lebih profesional dan melayani,".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







