Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Direktorat Bimas Islam Jajaki Kerja Sama Strategis Keagamaan dengan 12 Negara Sahabat Lewat FGD di Jakarta

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Direktorat Bimas Islam Jajaki Kerja Sama Strategis Keagamaan dengan 12 Negara Sahabat Lewat FGD di Jakarta
Foto: Forum Group Discussion antara Kementerian Agama dan 12 Kedutaan Besar negara sahabat untuk penguatan layanan keagamaan di Jakarta, Jumat 13/2/2026 (sumber: Kemenag)

Pantau - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menjajaki kolaborasi dengan 12 kedutaan besar negara sahabat melalui Forum Group Discussion untuk membahas sepuluh area potensial kerja sama strategis di bidang keagamaan di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat diplomasi keagamaan sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama.

"Kami berharap Forum Group Discussion (FGD) ini mendapatkan masukan dari negara-negara sahabat, mulai dari layanan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran, hingga kerja sama di bidang zakat dan wakaf," ungkapnya di Jakarta, Jumat.

Sebanyak 12 perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang terlibat berasal dari Mesir, Afganistan, Turki, Aljazair, Maroko, Irak, Pakistan, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, dan Iran.

Sepuluh Area Kerja Sama Strategis

Sepuluh area kerja sama yang dibahas dalam FGD meliputi layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia di luar negeri.

Area kerja sama tersebut juga mencakup penguatan pengelolaan masjid lintas negara serta kerja sama zakat dan wakaf.

Penguatan penyuluhan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran internasional, dan seminar Islam internasional turut masuk dalam agenda kolaborasi.

Pertukaran dai dan khatib antarnegara, diplomasi budaya Islam, kerja sama hisab dan rukyat, serta integrasi nilai-nilai ekoteologis dalam perlindungan lingkungan menjadi fokus pembahasan lanjutan.

Penguatan Diplomasi dan Sinergi Multilateral

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah menjelaskan FGD menjadi forum koordinasi antara Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan perwakilan negara sahabat untuk menjajaki serta memperkuat peluang kerja sama internasional di bidang keagamaan.

"Diplomasi keagamaan dipandang tidak hanya sebagai sarana syiar, tetapi juga sebagai medium dialog dan kolaborasi lintas negara yang mencakup aspek sosial, budaya, dan edukasi," jelasnya.

Lubenah berharap sinergi antara Indonesia dan negara mitra dapat memberikan manfaat timbal balik serta memperkuat kerja sama multilateral.

"Kesempatan hari ini sangat baik untuk mendiskusikan secara jernih potensi kerja sama yang akan kita lakukan pada tahun-tahun mendatang. Semoga diskusi ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat kita tindak lanjuti bersama,” katanya.

Penulis :
Arian Mesa