
Pantau - Pemerintah Kota Jambi meminta seluruh pelaku usaha hiburan malam untuk berhenti sementara selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan, "Kami meminta seluruh bentuk hiburan malam dihentikan sementara selama bulan suci Ramadhan guna menghormati umat Muslim agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk".
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Surat edaran itu menjadi acuan bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas selama bulan puasa.
Berlaku H-3 hingga H+3 Lebaran
Pemkot menetapkan penghentian sementara seluruh kegiatan hiburan malam seperti bar, diskotek, panti pijat, dan tempat karaoke.
Kebijakan tersebut berlaku mulai H-3 atau 15 Februari 2026 hingga H+3 atau 23 Maret 2026 yakni tiga hari sebelum puasa hingga tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Surat edaran tersebut merupakan hasil rapat bersama antara Pemkot Jambi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Majelis Ulama Indonesia Kota Jambi, Forum Komunikasi Umat Beragama Kota Jambi, Badan Amil Zakat Nasional Kota Jambi, Dewan Masjid Indonesia Kota Jambi, organisasi perangkat daerah terkait, serta para camat se-Kota Jambi.
Imbauan Ibadah dan Aktivitas Selama Ramadhan
Wali Kota mengimbau masyarakat memanfaatkan suasana Ramadhan untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat ukhuwah, serta memperbanyak kegiatan keagamaan seperti Shalat Tarawih berjamaah dan tadarus Al Quran di masjid maupun mushala.
Pemerintah juga mengimbau pemilik pusat perbelanjaan agar meminta karyawan Muslim mengenakan busana bernuansa Ramadhan.
Usaha kuliner tetap diperbolehkan beroperasi secara tidak mencolok dengan penggunaan tirai penutup.
Tadarus menggunakan pengeras suara dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.
Masyarakat diajak untuk tidak makan, minum, dan merokok di tempat umum pada siang hari selama bulan suci Ramadhan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







