
=Pantau - Sejumlah penyintas banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menjalani sahur perdana bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di tenda darurat bersama keluarga dan kerabat, Kamis dini hari.
Para penyintas terlihat mendatangi dapur umum di Posko Bencana yang berada di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, untuk mengambil makanan sahur.
Mereka membawa tempat makan masing-masing guna mengambil nasi dan lauk yang telah disediakan di dapur umum lokasi pengungsian.
Selain memanfaatkan dapur umum, sebagian penyintas yang berasal dari Desa Huta Godang dan Garoga, Kecamatan Batang Toru, memilih memasak di tenda masing-masing dengan peralatan seadanya.
Bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 membuat ratusan rumah rusak dan memaksa warga bertahan di pengungsian hingga memasuki bulan Ramadhan tahun ini.
Seorang penyintas, Marlan Hutauruk, mengatakan sahur kali ini sangat berbeda dibandingkan sebelum bencana terjadi karena rumahnya rata dengan tanah akibat banjir bandang tersebut.
"Kalau dahulu lebih nyaman tentunya sebab kami berada di rumah sendiri, sekarang kondisi kami seperti ini," ungkapnya saat santap sahur bersama istri dan warga lainnya di pos pengungsian.
Penyintas lainnya, Khoiruddin Simatupang, yang menempati tenda darurat di Desa Batu Hula, juga menyampaikan kerinduan terhadap suasana Ramadhan di rumah.
Ia mengaku seluruh aktivitas ibadah dan sahur di tenda darurat harus dijalani dengan kondisi seadanya setelah hampir tiga bulan berada di pengungsian.
"Ini hari pertama kami Ramadhan di pengungsian. Kami di sini sudah hampir tiga bulan setelah bencana," katanya.
Suasana sahur di pengungsian menjadi momen penuh keprihatinan yang tetap dijalani para penyintas dengan kebersamaan dan ketabahan di tengah keterbatasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








