Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polri Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Agam untuk Pulihkan Akses Warga Terdampak Banjir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polri Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Agam untuk Pulihkan Akses Warga Terdampak Banjir
Foto: (Sumber: Anggota Polri membantu anak-anak melintasi jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (19/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar.)

Pantau - Kepolisian Negara Republik Indonesia Polri segera merampungkan pembangunan dua jembatan bailey di dua daerah terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Wakil Komandan Batalyon Satuan Tugas Penanganan Bencana Brimob Polda Sumbar Kompol Dasrinal menyampaikan, "Di sini (Kecamatan Palembayan) Polri mengerjakan dua jembatan bailey. Satu di Sawah Laweh dan satu lagi di Subarang Aia,".

Pengerjaan jembatan bailey di Subarang Aia telah mencapai 90 persen dan diperkirakan rampung serta dapat dilalui kendaraan dalam satu atau dua hari ke depan.

Konstruksi jembatan di Subarang Aia sudah berada di atas fondasi dan hanya tinggal proses penuntasan.

Pengerjaan jembatan bailey di Sawah Laweh telah mencapai 75 persen dan ditargetkan rampung pada Minggu 22 Februari 2026.

Kedua jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat, termasuk menjadi akses utama warga Jorong Kayu Pasak Selatan menuju pasar tradisional.

Kapolri sebelumnya menginstruksikan agar pembangunan dua jembatan bailey di Nagari Salareh Aia dapat dilintasi sebelum masuk bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Hujan dengan intensitas lebat beberapa waktu terakhir berdampak pada proses pengerjaan jembatan.

"Target awalnya memang sudah selesai sebelum Ramadhan, karena akses jembatan ini sangat penting bagi warga untuk pergi ke pasar, sekolah sekaligus melaksanakan ibadah puasa,".

Untuk mempercepat pembangunan, Polri menurunkan 100 anggota Brimob Polda Sumbar serta enam teknisi dari Resimen Brimob Kelapa Dua untuk membantu pengerjaan.

Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan Polri dalam percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Ranah Minang.

Wali Nagari Salareh Aia Rijal Islami menyampaikan bahwa sebelum adanya jembatan bailey, masyarakat telah tiga kali membangun jembatan darurat dari pohon kelapa dan bambu.

Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan membuat jembatan darurat tersebut jebol.

"Kita sudah membangun tiga kali jembatan darurat, tapi selalu jebol, oleh karena itu keberadaan jembatan bailey ini sangat penting bagi masyarakat,".

Penulis :
Ahmad Yusuf