
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mendorong optimalisasi peran Bundo Kanduang sebagai kekuatan kultural di Sumatera Barat dalam upaya pencegahan tindak pidana kekerasan seksual berbasis nilai adat dan keluarga.
"Dibutuhkan peran Bundo Kanduang sebagai kekuatan kultural di Sumatra Barat dalam upaya pencegahan tindak pidana kekerasan seksual berbasis nilai-nilai adat dan keluarga,".
Kementerian PPPA juga menekankan pentingnya penguatan peran guru sejak awal masa pendidikan melalui skema pengurangan waktu ajar selama dua jam yang dialokasikan khusus untuk pembinaan karakter dan pendampingan siswa sebagai langkah preventif membangun lingkungan yang aman dan berdaya bagi anak.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar utama pembangunan daerah.
"Karena dari keluargalah lahir generasi yang menentukan masa depan bangsa,".
Ia menekankan penguatan ketahanan keluarga harus berjalan beriringan dengan sistem perlindungan yang komprehensif dan mudah diakses masyarakat.
Dalam kunjungan kerja ke Sumatera Barat, Menteri PPPA meresmikan Gedung UPTD PPA Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya serta Rumah Perlindungan Sementara RPS Kabupaten Sijunjung.
Arifah Fauzi menegaskan peresmian gedung tersebut bukan sekadar seremoni melainkan simbol komitmen konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan yang cepat, komprehensif, dan berperspektif korban.
"Gedung UPTD PPA yang telah direnovasi dan dilengkapi sarana prasarana melalui Dana Alokasi Khusus DAK Fisik Bidang PPA Tahun 2025 diharapkan mampu membangun kepercayaan publik bahwa negara hadir memberikan perlindungan optimal bagi perempuan dan anak,".
Dukungan sarana dan prasarana tersebut diharapkan memperkuat sistem layanan perlindungan bagi perempuan dan anak di daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







