
Pantau - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, memanfaatkan peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, untuk mendorong pemberdayaan pekerja migran perempuan agar semakin berdaya di tengah tantangan global.
Ia mengajak perempuan Indonesia, khususnya pekerja migran, untuk terus menghidupkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks dan digital.
"Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang keberanian beradaptasi di era global dan digital," ungkapnya.
Perempuan Migran sebagai Kartini Masa Kini
Christina menilai perempuan pekerja migran Indonesia merupakan Kartini masa kini yang berani mengambil peluang dan meningkatkan kapasitas diri.
Ia menyebut mereka tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi keluarga serta komunitas.
Penguatan Pelindungan dan Sistem Digital
Christina mengingatkan masih adanya tantangan yang dihadapi pekerja migran perempuan, termasuk risiko eksploitasi dan keterbatasan akses informasi.
"Di balik kontribusi besar tersebut, kita tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan, mulai dari risiko eksploitasi hingga keterbatasan akses informasi," ia mengungkapkan.
Ia menegaskan negara hadir untuk memastikan pelindungan melalui penyediaan akses informasi yang akurat serta pendampingan yang memadai.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia terus memperkuat instrumen pelindungan berbasis teknologi dengan mengoptimalkan sistem digital seperti SiskoP2MI untuk layanan informasi, pengaduan, dan respons cepat.
Momentum Hari Kartini juga dijadikan pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pendidikan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan Indonesia.
"Perempuan pekerja migran adalah simbol ketangguhan Indonesia. Dengan semangat Kartini, mari kita pastikan mereka tidak hanya berangkat untuk bekerja, tetapi juga pulang dengan keberhasilan, pengalaman, dan masa depan yang lebih baik," tegasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








