
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Malaysia menjajaki peluang kerja sama lebih luas untuk meningkatkan kualitas penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia di berbagai sektor strategis di Malaysia.
Upaya ini dilakukan saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menerima audiensi delegasi Malaysian Chinese Association di Jakarta.
Mukhtarudin menyampaikan bahwa "Malaysia merupakan negara penempatan PMI yang terbesar. Kami membahas sejumlah potensi kolaborasi antara Kementerian P2MI dan MCA terkait peluang kerja PMI di Malaysia", ungkapnya.
Peluang Kerja dan Skema Rekrutmen Etis
Salah satu potensi kerja sama adalah peran MCA dalam mengidentifikasi peluang kerja dan kebutuhan keterampilan industri di Malaysia agar pelatihan tenaga kerja di Indonesia lebih tepat sasaran.
MCA mendorong penempatan PMI melalui mekanisme rekrutmen etis menggunakan sistem resmi.
Skema yang dibahas meliputi private to private P to P antara P3MI dan agensi berizin di Malaysia serta government to private G to P untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Fokus penempatan juga diarahkan pada tenaga kerja terampil di sektor industri yang tergabung dalam jaringan MCA.
Mukhtarudin menyebut sektor perkebunan sebagai sektor yang paling banyak menyerap pekerja migran di Malaysia.
Ia menambahkan bahwa "Tadi kami juga membahas sektor produksi lainnya, seperti bidang perawatan, transportasi, pendidikan dan advokasi", ungkapnya.
Penguatan Pelindungan dan Pemberdayaan PMI
Kedua pihak mempertimbangkan pembentukan satuan tugas bersama untuk menyelesaikan sengketa antara pekerja migran dan perusahaan.
Kerja sama juga mencakup program pemberdayaan PMI melalui pelatihan, beasiswa kewirausahaan, serta fasilitasi pemasaran produk PMI purna ke Malaysia melalui jaringan MCA.
Pemerintah Indonesia berharap MCA dapat menjadi mitra strategis dalam menjembatani edukasi kepada pengusaha Malaysia agar merekrut PMI secara prosedural dan memenuhi hak ketenagakerjaan.
Mukhtarudin menyatakan bahwa "Tentu kedatangan MCA ke Indonesia memperkuat sinergi kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya terkait pekerja migran, pelindungan PMI, dan peningkatan kualitas SDM PMI yang akan diterbangkan ke Malaysia", ungkapnya.
Wakil Presiden MCA Lawrence Low menyebutkan delegasi terdiri dari 20 pimpinan MCA dan 12 pengusaha termasuk pengusaha muda dan perempuan.
Lawrence Low mengatakan bahwa "Kami berbicara seputar politik, ekonomi, perdagangan, dan perkebunan, terutama di bidang kelapa sawit. Kami juga banyak membahas isu pekerja migran, di mana Malaysia adalah sahabat baik negara Indonesia. Jadi, kedatangan kami seperti balik kampung", ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan dialog dan penjajakan kerja sama yang lebih luas antara Malaysia dan Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa








