Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Lompatan Ekonomi Situbondo Tercatat Melesat di Tengah Efisiensi Anggaran pada Tahun Pertama Kepemimpinan Rio-Ulfiyah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lompatan Ekonomi Situbondo Tercatat Melesat di Tengah Efisiensi Anggaran pada Tahun Pertama Kepemimpinan Rio-Ulfiyah
Foto: (Sumber: Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo didampingi Wakil Bupati Ulfiyah dan pimpinan OPD saat konferensi pers. ANTARA/Novi Husdinariyanto.)

Pantau - Kepemimpinan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah genap satu tahun sejak dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025, dengan mencatat lompatan ekonomi signifikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.

Sejak dilantik, Rio dan Ulfiyah yang sama-sama kelahiran 1984 mengusung jargon Situbondo Naik Kelas untuk membawa Kota Santri menjadi lebih maju dan masyarakatnya sejahtera.

Gaya kepemimpinan keduanya dimulai dengan mengubah pola pikir masyarakat melalui berbagai terobosan, solusi kreatif, dan transformasi kebijakan untuk memecahkan persoalan kompleks daerah.

Pada Juli 2025 atau empat bulan setelah menjabat, keduanya mendeklarasikan Situbondo sebagai Kabupaten UMKM yang dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Y Moraza.

Bupati Rio meyakini pengembangan UMKM menjadi kunci utama menurunkan angka kemiskinan sekaligus penopang ekonomi saat pemerintah pusat menerapkan efisiensi anggaran.

Setelah deklarasi tersebut, jumlah pelaku UMKM meningkat dari sekitar 30 ribu menjadi sekitar 38 ribu pelaku usaha.

Kebijakan Kabupaten UMKM diwujudkan melalui kemudahan perizinan, fasilitasi akses permodalan, dan pelatihan pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Pertumbuhan UMKM berdampak pada kenaikan pertumbuhan ekonomi Situbondo yang pada triwulan II 2025 mencapai 5,95 persen.

Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi kembali meningkat menjadi 6,16 persen.

Capaian 6,16 persen tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,22 persen dan rata-rata nasional sebesar 5,04 persen pada periode yang sama.

Data Badan Pusat Statistik Situbondo menunjukkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 3,15 persen pada 2024 menjadi 3,02 persen pada 2025.

Penurunan tingkat pengangguran tersebut mencerminkan meningkatnya kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja baru.

Pemerintah Kabupaten Situbondo menggagas program Situbondo Investor Day sebagai gerbang investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Program tersebut menjembatani potensi sumber daya alam di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri pengolahan dengan para investor.

Pemkab Situbondo juga mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Insentif Investasi untuk memperkuat daya saing dan memudahkan investor berinvestasi.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mencatat realisasi investasi 2025 mencapai Rp1 triliun, meningkat 66 persen dari Rp590 miliar pada 2024.

Investasi terbesar tahun 2025 berasal dari Pabrik Gula Assembagoes sebesar Rp800 miliar untuk modernisasi pabrik gula.

Selain itu, terdapat penanaman modal asing di bidang pengolahan rumput laut di Desa Klatakan Kecamatan Kendit dan Desa Banyuglugur serta penanaman modal dalam negeri berupa pembangunan pusat perbelanjaan Roxy dan KDS, hotel, dan usaha lainnya.

Dalam satu tahun kepemimpinan, Rio dan Ulfiyah juga menghidupkan kembali marwah Kota Besuki melalui revitalisasi Pendopo Pate Alos dan eks Kewedanan Besuki yang memiliki nilai sejarah sejak masa Hindia Belanda.

Pada masa lalu, Pendopo dan Kewedanan Besuki menjadi pusat administrasi Keresidenan Besuki yang membawahi Situbondo, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Pemerintah daerah menekan angka kemiskinan melalui bantuan langsung, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan pariwisata termasuk wisata sejarah peninggalan kolonial Belanda.

Pendopo Pate Alos dan Kewedanan Besuki direncanakan menjadi kawasan warisan budaya yang memunculkan simpul ekonomi baru seperti hotel dan pusat kuliner.

Pengembangan UMKM di sektor pertanian, perikanan, pariwisata alam, dan pariwisata sejarah diharapkan menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat.

Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan turun dari 80.170 jiwa menjadi 78.020 jiwa atau dari 11,51 persen pada 2024 menjadi 11,17 persen pada 2025.

"Ujung dari perjalanan kepemimpinan kami, nantinya ya mengurangi kemiskinan," kata Bupati Rio.

Strategi Pemkab Situbondo merupakan perpaduan antara investasi, digitalisasi UMKM, dan pelestarian cagar budaya dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf