Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Disdikpora Bantul Usulkan 60 Sekolah Direvitalisasi ke Kemendikdasmen pada 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Disdikpora Bantul Usulkan 60 Sekolah Direvitalisasi ke Kemendikdasmen pada 2026
Foto: (Sumber: Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto. ANTARA/Hery Sidik.)

Pantau - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul mengusulkan 60 sekolah untuk direvitalisasi pada 2026 kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena mengalami kerusakan dan membutuhkan peningkatan sarana prasarana.

Dari total tersebut, sebanyak 42 sekolah dasar dan 18 sekolah menengah pertama diajukan dalam program revitalisasi satuan pendidikan.

“Untuk usulan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 ke Kemendikdasmen yang SD kita usulkan sebanyak 42 sekolah, kemudian yang SMP yang kita usulkan ada 18 sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto.

Revitalisasi satuan pendidikan merupakan program penanganan sarana dan prasarana sekolah yang rusak atau memerlukan peningkatan fasilitas untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Penentuan sekolah prioritas dilakukan bersama Bappeda Bantul dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kelayakan untuk direvitalisasi.

“Beberapa hari lalu saya rapat di Bappeda terkait dengan sekolah rusak yang ada di Bantul, karena dari pusat banyak sekali program baik lewat revitalisasi yang dari kementerian maupun reguler, kemudian ada yang dari banpres (bantuan presiden),” ujarnya.

Sekolah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama dalam pengusulan program tersebut.

Nugroho menyampaikan revitalisasi pada 2025 telah terlaksana dengan menyasar 12 SD, delapan SMP, dan 23 taman kanak-kanak baik negeri maupun swasta.

Untuk 2026, pihaknya masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat terkait sekolah mana saja yang akan mendapatkan program revitalisasi.

“Kalau yang 2026 masih menunggu verifikasi dari pusat mana saja yang akan direvitalisasi, kita sudah mengusulkan. Kalau kategori kita lihat dari Dapodik (Data Pokok Pendidikan) itu bisa dilihat sarana prasarana di setiap sekolah itu kondisinya seperti apa, apakah rusak ringan atau berat,” katanya.

Penulis :
Gerry Eka