
Pantau - Direktur Eksekutif Great Institute Sudarto menilai langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India sebagai bentuk dukungan terhadap industri otomotif lokal.
Menurut Sudarto, sikap DPR tersebut selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen membangun industri otomotif nasional.
Ia menyebut pemenuhan kebutuhan 105 ribu unit kendaraan untuk program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih oleh industri dalam negeri dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian otomotif nasional.
Sudarto menilai keputusan menunda impor hingga ada pembahasan lengkap oleh Presiden dan para pemangku kepentingan mencerminkan tanggung jawab legislatif dalam kebijakan publik yang berdampak besar.
Ia menegaskan impor dalam jumlah besar harus mempertimbangkan keberlanjutan industri dalam negeri, penciptaan nilai tambah lokal, serta dampak ekonomi jangka panjang.
Menurutnya, ruang pertumbuhan industri otomotif nasional yang telah memiliki kapasitas produksi signifikan perlu dijaga agar tetap kompetitif dan berkelanjutan.
Sebelumnya PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mendatangkan 105 ribu unit mobil pikap dari India guna memperkuat armada logistik program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.
Ketua Dewan Penasihat Great Institute sekaligus Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat juga menilai rencana impor tersebut tidak memiliki landasan kuat dan tidak mendukung industri otomotif nasional.
Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor ditunda mengingat Presiden masih melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan akan membahasnya lebih lanjut bersama pihak terkait.
- Penulis :
- Aditya Yohan







