
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, mengawasi keamanan pangan melalui optimalisasi peran laboratorium kesehatan masyarakat atau Labkesmas guna menjaga standar kesehatan pelaku usaha berbasis risiko yang bersentuhan langsung dengan keselamatan manusia.
Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menyampaikan bahwa sektor pangan dan akomodasi merupakan usaha berbasis risiko yang memiliki dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Ia mengatakan, "Sektor pangan dan akomodasi adalah usaha berbasis risiko yang bersentuhan langsung dengan keselamatan manusia," saat forum konsultasi publik pelayanan Labkesmas di Bangli, Bali.
Menurutnya, Labkesmas Bangli telah terakreditasi untuk melakukan pengujian kualitas air, pangan, lingkungan, hingga klinis secara presisi.
Hasil uji dari Labkesmas Bangli menjadi rujukan utama dan syarat mutlak dalam penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi jaminan bagi konsumen atas produk dan layanan yang ditawarkan pelaku usaha di bidang pangan.
Pemanfaatan fasilitas milik daerah tersebut juga dinilai memperkuat ekosistem ekonomi sekaligus mendukung pembangunan Bangli yang lebih mandiri.
Ia menegaskan bahwa di era modern, kepercayaan wisatawan tidak lagi hanya mengandalkan keindahan visual, tetapi juga rasa aman dan standar higienitas yang terjamin.
Ia menambahkan, "Wisatawan ingin memastikan bahwa apa yang mereka makan dan tempat mereka menginap memenuhi standar kesehatan ketat," sebagai bentuk tuntutan terhadap kualitas layanan.
Labkesmas Bertransformasi Jadi Garda Terdepan Pengawasan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli I Dewa Gede Oka Darsana menjelaskan bahwa fungsi laboratorium kesehatan kini telah bertransformasi tidak hanya melayani pemeriksaan orang sakit.
Laboratorium kini menjadi garda terdepan dalam pengawasan lingkungan dan keamanan pangan di wilayah Bangli.
Saat ini tercatat ada 68 pelaku usaha berbasis risiko di Bangli yang berada dalam pengawasan pemerintah daerah.
Ia menyampaikan, "Fungsi laboratorium kami kedepankan sebagai aspek preventif (pencegahan) agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa di tempat usaha maupun destinasi wisata," sebagai langkah antisipasi potensi masalah kesehatan.
Ia menegaskan bahwa hasil laboratorium bukan sarana untuk menghakimi pelaku usaha, melainkan sebagai instrumen intervensi dini untuk mencegah pelanggaran standar kesehatan.
Ia mengatakan, "Apalagi, fasilitas Labkesmas Bangli saat ini diklaim sebagai salah satu yang terbaik di Provinsi Bali, baik dari segi infrastruktur maupun peralatan," untuk menegaskan kualitas fasilitas yang dimiliki daerah.
Penandatanganan Kesepakatan Penguatan Pengawasan
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan dokumen kesepakatan oleh perwakilan pemerintah daerah, kejaksaan negeri, dan peserta forum sebagai bentuk komitmen bersama dalam optimalisasi Labkesmas.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat pengawasan keamanan pangan dan menjaga standar higienitas usaha di Bangli secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa







