Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi V DPR Dorong Program Desa Asuh di Gondang Mojokerto Jadi Percontohan Nasional Pemberdayaan Ekonomi Desa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi V DPR Dorong Program Desa Asuh di Gondang Mojokerto Jadi Percontohan Nasional Pemberdayaan Ekonomi Desa
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (23/2/2026). Foto: Nadya/Mahendra.)

Pantau - Komisi V DPR RI mendorong pengembangan program Desa Asuh di Kecamatan Gondang, Mojokerto, sebagai percontohan nasional dalam pemberdayaan ekonomi kawasan perdesaan.

Program tersebut menekankan transformasi desa agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu melakukan hilirisasi produk lokal guna meningkatkan nilai tambah.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyampaikan, "Kita dorong desa melakukan hilirisasi produknya. Dana desa tidak boleh habis hanya untuk pembangunan fisik, tapi harus diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes."

Konsep Desa Asuh menggunakan pendekatan Oktahelix yang mengintegrasikan peran multipihak seperti akademisi, pelaku bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem agrowisata pertanian terpadu yang mandiri serta memiliki nilai tambah tinggi bagi masyarakat desa.

Lembaga keuangan diharapkan memberikan dukungan berupa kredit usaha agrowisata, sementara pihak swasta membantu pemasaran digital dan hilirisasi produk unggulan desa.

Ridwan Bae menegaskan, "Dana desa harus berputar di desa dan menghasilkan lapangan kerja baru. Jika hilirisasi ini sukses, desa akan memiliki industri pengolahan sendiri dan tidak lagi bergantung pada pasar luar untuk produk mentah mereka."

Dengan alokasi Dana Desa nasional sebesar Rp34,57 triliun pada tahun 2026, Komisi V berharap model pembangunan kawasan seperti di Gondang, Mojokerto dapat direplikasi secara luas di berbagai daerah.

Replikasi program tersebut diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan serta mendorong kemandirian ekonomi perdesaan secara nasional.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti