
Pantau - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto menegaskan bahwa beasiswa LPDP bersifat inklusif dan berfokus mencari talenta unggul Indonesia tanpa mensyaratkan latar belakang ekonomi penerima.
Pernyataan itu disampaikan Sudarto di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu malam 25 Februari, untuk meluruskan miskonsepsi mengenai kepantasan penerima beasiswa dari sisi kemampuan ekonomi.
“LPDP itu benar-benar fokus untuk mencari top of the top talenta Indonesia untuk bisa mengakses pendidikan tinggi top dunia. Harus inklusif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan LPDP berupaya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh talenta Indonesia agar dapat mengakses pendidikan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan beasiswa afirmasi bagi kelompok tertentu.
Beasiswa afirmasi diperuntukkan bagi putra-putri Papua, daerah afirmasi, prasejahtera, penyandang disabilitas, serta bidang keolahragaan.
Hingga kini, beasiswa afirmasi telah menjangkau 127 kota dan kabupaten dengan jumlah penerima akumulatif sebanyak 14.983 orang.
Pada tahun 2026, porsi beasiswa afirmasi mencakup lebih dari 25 persen dari total penerima dana pendidikan LPDP.
Terkait sorotan terhadap anak pejabat yang menerima beasiswa, Sudarto menegaskan mereka tetap berhak karena LPDP tidak mensyaratkan latar belakang ekonomi dalam seleksi.
Namun demikian, ia mengimbau calon pendaftar yang memiliki kemampuan ekonomi memadai untuk memilih jalur beasiswa parsial atau partial funding.
Dalam skema parsial tersebut, LPDP membiayai pendidikan sebesar 50 persen, sedangkan sisanya ditanggung penerima dengan dana pribadi.
“Ini imbauan, kalau mampu, pilihlah bukan yang beasiswa penuh tapi beasiswa parsial, sehingga akan lebih banyak kami bisa membiayai beasiswa,” ujarnya.
Hingga tahun 2026, program beasiswa LPDP telah mendukung 58.444 penerima beasiswa gelar dan mencatat sekitar 38 ribu penerima yang sedang menempuh studi.
Selain itu, terdapat 583.171 peserta program kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta 42.160 penerima beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Agama.
Sejak 2021 hingga 2026, program beasiswa LPDP diarahkan secara lebih terukur pada bidang-bidang strategis.
Bidang strategis tersebut meliputi STEM yang mencakup Science, Technology, Engineering, and Mathematics, serta sektor industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, pertahanan, dan digitalisasi termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor.
Fokus lainnya mencakup hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, dan industri kreatif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








