Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Catat 5.040 Mahasiswa Terlibat Pemulihan Pascabencana Aceh melalui Program Mahasiswa Berdampak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Catat 5.040 Mahasiswa Terlibat Pemulihan Pascabencana Aceh melalui Program Mahasiswa Berdampak
Foto: (Sumber : Mahasiswa menghadirkan inovasi solutif berupa Cold Storage Portable Tanggap Bencana Berbasis Tenaga Surya yang diterapkan di Desa Kampung Dalam, Aceh Tamiang ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat sebanyak 5.040 mahasiswa dari 36 perguruan tinggi terlibat dalam pemulihan pascabencana di wilayah Aceh melalui Program Mahasiswa Berdampak.

Para mahasiswa tersebut diterjunkan melalui 102 proposal yang didanai untuk mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat terdampak bencana.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana menegaskan program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi agar semakin kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menyatakan, "Mahasiswa dan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dari cobaan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan ke depan akan lebih baik melalui pemanfaatan potensi dan teknologi yang ada. Ini adalah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak," kata I Ketut Adnyana melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Fokus Pemulihan Sosial dan Ekonomi

Pelaksanaan program menitikberatkan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal seperti pengembangan agroindustri dan hidroponik di wilayah terdampak.

Kegiatan pengabdian juga mencakup penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, penguatan ketahanan pangan, dukungan pendidikan dan kesehatan, hingga rehabilitasi lingkungan.

Seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan program.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepemimpinan, empati sosial, serta kemampuan pemecahan masalah di lapangan.

Dapat Apresiasi dari Dosen dan Pemerintah Desa

Dosen Pembimbing Utama Mahasiswa Berdampak yang juga menjabat sebagai Kepala Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan Supriyanto menyampaikan program ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak.

Supriyanto menyatakan, "Program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam pemulihan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan dapat bangkit kembali," ujarnya.

Kepala Desa Kampung Dalam Sukriya Sidiqi mengapresiasi kontribusi mahasiswa di wilayahnya yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan khususnya dalam pengelolaan ekonomi produktif dan akses sanitasi yang memadai.

Sukriya Sidiqi menyatakan, "Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yang telah hadir di Kampung Dalam. Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Sukriya.

Penulis :
Aditya Yohan