
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyatakan optimalisasi teknologi Refuse Derived Fuel RDF menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Jakarta.
RDF Rorotan Diperkuat Tekan Timbunan Sampah
Diaz mengatakan, "Melalui teknologi ini volume timbunan sampah dapat ditekan secara signifikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat dan ramah bagi masyarakat," ujarnya.
Apel Pencanangan Pengelolaan Sampah digelar di RDF Rorotan pada 28 Februari 2026 sebagai wujud komitmen memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.
Fasilitas yang diperkuat adalah RDF Plant Rorotan yang diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu serta mendukung target pengurangan sampah nasional.
Diaz menegaskan, "Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan wilayah yang bersih, tertata dan berdaya," katanya.
RDF Rorotan diharapkan menjadi contoh kawasan pengelolaan sampah modern di Jakarta Utara yang bersih, tertata, dan berdaya guna bagi lingkungan maupun masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor Ditekankan
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan optimalisasi fasilitas RDF menjadi solusi pengolahan sampah berkelanjutan di Jakarta Utara maupun DKI Jakarta.
Ia mengatakan, "Optimalisasi fasilitas RDF ini penting dalam penanganan sampah berkelanjutan," ujarnya.
Wilayah Jakarta Utara menghasilkan lebih dari 1.300 ton sampah per hari sehingga membutuhkan perhatian serius.
Pengelolaan sampah mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menegaskan peran strategis kepala daerah.
Dukungan TNI dan Polri disebut menjadi bagian dari mandat nasional untuk mempercepat penanganan sampah di seluruh wilayah.
Hanif menegaskan, "Kami menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka








