
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengenang wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno yang meninggal dunia pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.
Pramono menyampaikan rasa dukanya atas kepergian Try Sutrisno yang disebutnya sebagai sosok pemersatu bangsa.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno, tentunya merasa kehilangan, karena beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang," ungkapnya.
Ia mengaku telah mengenal Try Sutrisno sejak 1995 dan memiliki hubungan yang cukup dekat secara pribadi.
Pramono juga menyebut Try Sutrisno memiliki kedekatan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sehingga dirinya kerap berdiskusi bersama keduanya dalam berbagai kesempatan.
Ia menuturkan pertemuan terakhirnya dengan Try terjadi sekitar enam bulan lalu saat kondisi kesehatannya mulai menurun namun semangatnya dinilai tidak pernah surut meski usianya hampir menginjak 90 tahun.
Pramono menilai Try Sutrisno tetap aktif menjalankan tugasnya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meski kondisi fisiknya melemah.
"Beliau memang masih aktif di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Beliau kalau urusan Pancasila, konstitusi kita itu selalu dipegang teguh. Jadi, itulah yang membedakan Pak Try Sutrisno dengan tokoh-tokoh yang lain, memang beliau urusan konstitusi itu sesuatu yang dalam, inherent dalam hidupnya," ujarnya.
Menurutnya, komitmen terhadap Pancasila dan konstitusi menjadi ciri kuat yang melekat dalam kehidupan Try Sutrisno hingga akhir hayatnya.
Informasi wafatnya Try Sutrisno disampaikan melalui pesan berantai atas nama keluarga dan BPIP serta dibenarkan pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden.
Jenazah dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam pesan yang beredar, pihak keluarga menyampaikan, "Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf Almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,".
Ilustrasi foto memperlihatkan personel Paspampres membawa jenazah Try Sutrisno saat upacara penyerahan jenazah ke negara di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.
- Penulis :
- Aditya Yohan







