
Pantau - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang terus berlangsung di Timur Tengah dan dapat memicu krisis global. PGI mendesak negara-negara terkait untuk segera menghentikan eskalasi tersebut demi mencegah dampak lebih besar.
Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, dan Sekretaris Umum Darwin Dharmawan menandatangani surat pernyataan yang mengutuk berbagai tindakan militer yang melibatkan negara-negara seperti AS dan Israel terhadap Iran, serta konflik yang tengah berlangsung antara Pakistan dan Afghanistan. Mereka juga menyoroti pembalasan militer dari Iran yang justru memperburuk lingkaran kekerasan dan mengancam keamanan internasional.
PGI menegaskan bahwa keberpihakan gereja bukan untuk kepentingan politik negara, melainkan untuk mendukung warga sipil yang terdampak konflik, seperti keluarga yang tercerai-berai dan anak-anak yang menderita ketakutan serta trauma akibat perang.
PGI mengajak masyarakat untuk mendoakan perdamaian serta menunjukkan solidaritas terhadap korban konflik. Mereka juga menyerukan untuk menghindari ujaran kebencian dan polarisasi yang hanya memperburuk kondisi.
Dalam pernyataannya, PGI menyerukan agar seluruh aksi militer dihentikan dan mendorong PBB, lembaga internasional, serta pemerintah dan komunitas global untuk fokus pada dialog damai serta mematuhi hukum humaniter internasional dalam menyelesaikan konflik.
PGI berharap pemimpin dunia diberi hikmat untuk memilih jalan damai guna menghentikan tindakan yang mengancam kehidupan manusia dan kelestarian alam demi perdamaian sejati.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







