Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dari Kawasan Berikat di Boyolali, Ada Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana Banjir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dari Kawasan Berikat di Boyolali, Ada Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana Banjir
Foto: (Sumber : PT. Pan Brothers Kirim 19.180 Pakaian dari Kawasan Berikat Boyolali untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.)

Pantau - Boyolali, 09-03-2026 - Bantuan kemanusiaan berupa pakaian untuk masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diberangkatkan dari Boyolali pada Rabu (25/02). Bantuan tersebut berasal dari PT Pan Brothers Tbk Group, perusahaan yang beroperasi sebagai kawasan berikat di bawah pengawasan Bea Cukai Surakarta.

Kegiatan pemberangkatan bantuan dilaksanakan di fasilitas PT Pan Brothers Tbk Group dan dihadiri oleh manajemen perusahaan serta perwakilan Bea Cukai Surakarta, di antaranya Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Arief Setyawan. Bantuan yang dikirimkan berjumlah 19.180 pieces berupa pakaian layak pakai, seperti jaket, pakaian dewasa, pakaian anak-anak, serta kebutuhan sandang lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Seluruh bantuan yang dihibahkan telah melalui proses penyortiran dan pengecekan kualitas untuk memastikan kelayakan penggunaan sebelum diberangkatkan menuju lokasi distribusi. Bantuan sandang tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana, khususnya bagi warga yang masih berada di pengungsian atau dalam proses pemulihan pascabencana.

Perwakilan manajemen PT Pan Brothers Tbk Group menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Perusahaan berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung pemenuhan kebutuhan sandang di wilayah terdampak.

Dalam proses pengeluaran barang hibah tersebut, Bea Cukai Surakarta memberikan fasilitas kepabeanan atas pengeluaran barang hibah dari kawasan berikat. Fasilitas yang diberikan berupa pembebasan bea masuk, pajak dalam rangka impor (PDRI), serta pajak pertambahan nilai (PPN) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. "Hal tersebut menjadi wujud nyata komitmen Bea Cukai dalam mendukung kegiatan kemanusiaan serta mempercepat proses distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas Arief.

Setelah seluruh proses administrasi dan persiapan logistik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberangkatan bantuan secara simbolis melalui pelepasan armada pengangkut menuju daerah tujuan. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui jalur distribusi yang telah disiapkan.

Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah dalam mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana. Melalui koordinasi yang dilakukan, diharapkan bantuan yang dikirimkan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.

Penulis :
Ahmad Yusuf