
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan komisi terkait di DPR RI akan meminta penjelasan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait status penerapan Siaga 1.
Puan menilai aparat militer memang seharusnya selalu berada dalam kondisi siap siaga dalam menjalankan tugas menjaga keamanan negara.
Namun ia mempertanyakan alasan dan pertimbangan TNI dalam menerapkan status Siaga 1 pada situasi saat ini.
"Namun kalau kemudian sampai ada keluar surat seperti itu dalam situasi seperti ini, mungkin apakah itu diperlukan atau tidak," ungkap Puan.
Ia menegaskan bahwa TNI perlu memberikan penjelasan yang jelas dan konkret kepada DPR RI mengenai kebijakan tersebut.
Komisi I DPR Akan Panggil TNI
Komisi yang membidangi urusan pertahanan di DPR RI adalah Komisi I DPR RI.
Komisi I DPR RI nantinya akan meminta penjelasan langsung dari TNI mengenai penerapan status Siaga 1 tersebut.
Sebelumnya beredar informasi di masyarakat mengenai Telegram Panglima TNI dengan Nomor TR/283/2026.
Telegram tersebut berisi instruksi Siaga 1 kepada seluruh jajaran TNI.
Instruksi tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
TNI Siagakan Personel dan Alutsista
Dalam telegram tersebut terdapat tujuh poin instruksi yang harus dilaksanakan oleh jajaran TNI.
Salah satu poin instruksi menyebutkan Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan atau alutsista.
Selain itu jajaran TNI juga diminta melaksanakan patroli di berbagai objek vital strategis.
Objek vital strategis tersebut mencakup bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, serta kantor PLN.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa TNI memiliki tugas utama melindungi negara dan masyarakat dari ancaman negara asing.
"TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional," jelas Aulia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








