Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah Berbasis Rumah Tangga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah Berbasis Rumah Tangga
Foto: (Sumber : Wali Kota Jakarta Timur Munjirin setelah melakukan giat bersih-bersih di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggencarkan program pemilahan sampah berbasis rumah tangga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Program tersebut dijalankan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat hingga tingkat rumah dan rukun warga.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan pihaknya saat ini melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan rukun warga.

“Terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan berbasis RW, saat ini kami sedang masif melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah,” ujarnya.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden serta arahan Gubernur DKI Jakarta mengenai pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Munjirin menegaskan Pemerintah Kota Jakarta Timur berupaya menjalankan kebijakan tersebut melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

“Kami di Jakarta Timur menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Menteri serta Instruksi Presiden dan Gubernur terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan berbasis RW,” katanya.

Ia mengakui pelaksanaan program tersebut belum menjangkau seluruh warga.

Karena itu, sosialisasi terus diperkuat dengan melibatkan aparat kecamatan, kelurahan, serta Suku Dinas Lingkungan Hidup.

“Walaupun memang belum semuanya tersasar, kami terus bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup melakukan sosialisasi secara masif tentang pemilahan sampah di sumbernya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jakarta Timur juga mengimbau masyarakat untuk mendukung program tersebut dengan memilah sampah sejak dari rumah.

Warga diharapkan memisahkan sampah organik dan anorganik agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif.

“Sehingga, dapat mengurangi beban sampah yang sulit terurai, khususnya plastik,” kata Munjirin.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana memperketat sistem pemilahan sampah agar tidak seluruh sampah dari Jakarta dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan jumlah sampah di Jakarta mencapai sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari.

“Jumlah sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton per hari. Hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan, kemudian dikirim ke Bantargebang,” ujarnya.

Menurut Pramono, kebijakan pemilahan sampah tersebut sejalan dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Dengan sistem pemilahan yang lebih baik, tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Dan untuk itu, kami melakukan proses pemilahan di ujung, sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang. Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan, karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf