
Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendukung rencana penyaluran kredit usaha rakyat berbasis kekayaan intelektual senilai Rp10 triliun yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.
Hendry Munief menyambut baik kebijakan pemerintah yang membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan karya kreatif sebagai agunan atau jaminan usaha.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat membantu pelaku ekonomi kreatif lokal berkembang serta memasarkan budaya dan kearifan lokal hingga ke tingkat nasional maupun global.
Hendry Munief mengatakan "Ini sangat baik sekali karena membuka kesempatan bagi pelaku ekraf untuk tumbuh berkembang. Salah satu yang kita dorong adalah bagaimana ekraf lokal dapat memanfaatkan hal ini untuk menjual kebudayaan dan kearifan lokal di kancah nasional dan global".
Menurutnya pelaku ekonomi kreatif lokal juga perlu difasilitasi untuk memperoleh kekayaan intelektual komunal sebagai bagian dari warisan budaya nusantara.
Hendry Munief menyebut selama ini banyak pelaku ekonomi kreatif di daerah yang masih bergerak secara mandiri tanpa dukungan fasilitas yang maksimal.
Ia mencontohkan kondisi di Provinsi Riau yang memiliki potensi ekonomi kreatif cukup besar namun pelaku usahanya belum banyak memperoleh akses perbankan.
Hendry Munief menyatakan "Banyak saya temukan pelaku ekraf di Riau khususnya bergerak secara swadaya. Padahal, potensi ekraf Riau cukup bagus untuk dikembangkan".
Ia menilai kondisi serupa kemungkinan juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Hendry Munief mengatakan "Maka tentu dengan adanya kebijakan Kementerian Ekonomi Kreatif ini membuka peluang pelaku ekraf lokal untuk tumbuh berkembang".
Di sisi lain ia juga berupaya meyakinkan pihak perbankan bahwa karya kreatif merupakan kekayaan nusantara yang layak dijadikan jaminan usaha.
Ia berharap perbankan mempertimbangkan pemberian akses permodalan kepada pelaku ekonomi kreatif serta menjadikan kekayaan intelektual sebagai agunan utama dalam pengajuan pinjaman.
Hendry Munief menambahkan "Perlu dicatat, menurut data, Indonesia merupakan negara peringkat ketiga dunia dalam industri ekraf. Tentu ini jadi modal penting bagi kita karena Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk bersaing di kancah internasional".
- Penulis :
- Aditya Yohan







