HOME  ⁄  Geopolitik

AS Bahas RUU Pengendalian Ekspor Chip, China Bereaksi Keras dan Peringatkan Dampak Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

AS Bahas RUU Pengendalian Ekspor Chip, China Bereaksi Keras dan Peringatkan Dampak Global
Foto: Ilustrasi - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Busan, Korea Selatan, Kamis 30/10/2025 (sumber: Xinhua/Shen Hong)

Pantau - China mengkritik keras draf RUU pengendalian ekspor yang tengah dibahas DPR Amerika Serikat karena dinilai berpotensi merusak tatanan ekonomi dan perdagangan internasional serta mengganggu stabilitas industri semikonduktor global.

Kritik tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Perdagangan China yang menyoroti rencana AS memperketat kontrol ekspor terhadap peralatan produksi chip canggih.

Kekhawatiran Dampak Rantai Pasokan Global

China menilai jika RUU tersebut disahkan maka dampaknya tidak hanya terbatas pada hubungan bilateral tetapi juga akan mengganggu rantai pasokan global yang selama ini saling terhubung.

Pemerintah China juga kembali menegaskan penolakannya terhadap perluasan konsep keamanan nasional yang dianggap berlebihan serta menuding adanya penyalahgunaan kebijakan pengendalian ekspor oleh Amerika Serikat.

Juru bicara itu menegaskan bahwa "China akan memantau dengan cermat proses legislatif, menilai dengan saksama dampaknya terhadap kepentingan China, dan mengambil langkah-langkah tegas dan perlu untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China," ungkapnya.

Proses Legislasi dan Ketegangan Geopolitik

Komite Urusan Luar Negeri DPR AS diketahui telah mengesahkan Undang-Undang Penyelarasan Multilateral Pengendalian Teknologi pada Perangkat Keras atau MATCH Act pada awal April 2026 sebagai bagian dari upaya memperketat kontrol teknologi.

Selain MATCH Act, sejumlah RUU lain terkait pengendalian ekspor juga tengah dibahas di parlemen AS dalam periode yang sama.

Di tengah dinamika tersebut, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada Mei 2026 setelah sebelumnya rencana pertemuan akhir Maret 2026 ditunda akibat konflik terkait Iran.

Amerika Serikat dan China sebagai dua ekonomi terbesar dunia hingga kini masih berselisih dalam berbagai isu strategis termasuk perdagangan dan Taiwan yang kerap memicu ketegangan.

Penulis :
Arian Mesa