Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Pulau Jawa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Pulau Jawa
Foto: (Sumber : Ilustrasi-Petugas di salah satu SPPG di Kota Malang, Jawa Timur menyiapkan proses pendistribusian paket Makan Bergizi Gratis (MBG). ANTARA/Ananto Pradana.)

Pantau - Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Wilayah II yang meliputi Pulau Jawa sebagai tindak lanjut evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta kelengkapan sarana dan prasarana.

Langkah penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari penataan layanan Program Makan Bergizi Gratis agar seluruh fasilitas operasional memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta tata kelola yang telah ditetapkan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro mengatakan "Ada 1.512 SPPG kita hentikan sementara operasionalnya, ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta persyaratan sarana dan prasarana di sejumlah SPPG".

Berdasarkan hasil evaluasi, ribuan SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya tersebar di beberapa provinsi di Pulau Jawa.

Rinciannya meliputi DKI Jakarta sebanyak 50 unit, Banten sebanyak 62 unit, Jawa Barat sebanyak 350 unit, Jawa Tengah sebanyak 54 unit, Jawa Timur sebanyak 788 unit, serta DI Yogyakarta sebanyak 208 unit.

BGN menyatakan penghentian sementara dilakukan karena sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan dasar operasional.

Salah satu temuan utama adalah belum dimilikinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi oleh banyak unit layanan.

Hasil evaluasi mencatat sebanyak 1.043 SPPG belum mendaftarkan sertifikat tersebut.

Selain itu, sebanyak 443 SPPG juga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sesuai standar.

BGN juga menemukan beberapa unit layanan belum menyediakan tempat tinggal atau mess bagi kepala SPPG, ahli gizi, serta akuntan.

Kondisi tersebut tercatat pada 175 SPPG yang tersebar di beberapa wilayah.

Rinciannya yaitu Banten sebanyak 36 SPPG, DI Yogyakarta sebanyak 86 SPPG, Jawa Barat sebanyak 24 SPPG, Jawa Tengah sebanyak 10 SPPG, serta Jawa Timur sebanyak 19 SPPG.

BGN menyatakan akan melakukan pendampingan serta verifikasi terhadap unit layanan yang terdampak agar segera melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

Albertus Dony Dewantoro mengatakan "Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi".

Penulis :
Aditya Yohan