Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Lima Kecamatan di Jakarta Timur Terhubung Sistem Bank Sampah Induk Ciracas

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Lima Kecamatan di Jakarta Timur Terhubung Sistem Bank Sampah Induk Ciracas
Foto: Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memberikan keterangan kepada awak media setelah melakukan giat bersih-bersih di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 11/3/2026 (sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza)

Pantau - Sebanyak lima kecamatan di wilayah Jakarta Timur telah terhubung dengan sistem penampungan sampah yang terpusat di Bank Sampah Induk Ciracas untuk menampung sampah anorganik hasil pemilahan masyarakat.

Sistem Penampungan Sampah Terpusat

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan bahwa lima kecamatan telah tersentralisasi dalam sistem penampungan bank sampah induk di Ciracas.

"Lima kecamatan sudah tersentral penampungan bank induknya di Ciracas. Ini untuk menampung sampah anorganik, sedangkan sampah organik nantinya akan dibawa untuk dikelola," kata Munjirin.

Lima kecamatan yang telah terhubung dengan sistem tersebut yakni Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, Pasar Rebo, dan Makasar.

Sampah anorganik yang telah dipilah oleh warga akan dikumpulkan dan ditampung di Bank Sampah Induk Ciracas.

Sementara itu, sampah organik akan dikelola secara terpisah sesuai dengan mekanisme pengolahan yang telah disiapkan.

Pemerintah Kota Jakarta Timur terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan sejumlah wilayah ke dalam jaringan bank sampah induk.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat serta Instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait penerapan pemilahan sampah berbasis rumah tangga dan rukun warga.

Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Pemerintah Kota Jakarta Timur juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah.

"Dari Jakarta Timur, izin menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Pak Menteri, Instruksi Presiden, serta menindaklanjuti dari Instruksi Gubernur tentang pemilahan sampah berbasis rumah dan RW sudah kami jalankan. Saat ini, kami sedang masif melaksanakan sosialisasi dari rumah ke rumah," ujar Munjirin.

Ia mengakui implementasi program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga masih dilakukan secara bertahap dan belum menjangkau seluruh masyarakat.

"Walaupun memang belum semuanya tersasar, kami terus bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup secara masif menyosialisasikan pemilahan sampah di sumbernya," jelasnya.

Menurut Munjirin, pemerintah daerah tetap memberi perhatian besar terhadap pemilahan sampah di tingkat rumah tangga meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

"Tadi yang disampaikan oleh Pak Menteri berbasis kawasan, tetapi yang berbasis rumah juga sangat kami konsen di Jakarta Timur, walaupun berjalannya memang secara bertahap," kata Munjirin.

Collection Center Ciracas

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Morego Green Indonesia menghadirkan Collection Center Ciracas.

Fasilitas tersebut berlokasi di RW 09 Kompleks Lingkungan Hidup Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.

Collection Center Ciracas menjadi fasilitas pertama di Jakarta yang mengelola sampah anorganik melalui kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.

Fasilitas ini dibangun sebagai simpul ekosistem bank sampah di lima kecamatan yaitu Ciracas, Cipayung, Pasar Rebo, Makasar, dan Kramat Jati.

Collection Center Ciracas memiliki kapasitas pengelolaan sekitar 8 hingga 10 ton sampah plastik per hari.

Penulis :
Arian Mesa