Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Uji Jalan Biodiesel B50 Capai 40 Ribu Kilometer, Pemerintah Targetkan Rampung Maret 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Uji Jalan Biodiesel B50 Capai 40 Ribu Kilometer, Pemerintah Targetkan Rampung Maret 2026
Foto: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberikan keterangan kepada pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu 11/3/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung menyampaikan uji jalan bahan bakar biodiesel B50 telah mencapai sekitar 40 ribu kilometer dari target total 50 ribu kilometer dan diperkirakan selesai pada Maret 2026.

Uji Jalan Biodiesel B50 Hampir Rampung

Yuliot mengatakan progres uji jalan biodiesel B50 menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi selesai lebih cepat dari target sebelumnya yang diperkirakan rampung pada pertengahan 2026.

“Yang kemarin itu uji jalan sudah 40 ribu-an km. Mudah-mudahan dalam Maret ini kita harapkan sudah bisa diselesaikan,”.

Uji jalan biodiesel B50 dilakukan pada sejumlah kendaraan untuk memastikan performa bahan bakar tersebut sebelum diterapkan secara luas.

Beberapa kendaraan yang digunakan dalam pengujian antara lain Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, serta kendaraan angkutan bus.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap kendaraan yang telah menggunakan biodiesel B50 selama proses uji jalan berlangsung.

Yuliot menyampaikan hasil evaluasi sementara menunjukkan tidak ada dampak negatif terhadap kendaraan yang digunakan dalam pengujian.

“Untuk kendaraan yang sudah berjalan itu kita evaluasi, tidak ada dampak terhadap kendaraan yang bersangkutan. Dari sisi efisiensi juga cukup bagus,”.

Pemerintah Siapkan Implementasi dan Uji Coba Lanjutan

Pemerintah berencana melanjutkan uji coba penggunaan biodiesel B50 pada moda transportasi lain, termasuk kereta api.

Uji coba pada kereta api direncanakan akan dilakukan setelah Lebaran.

Percepatan uji jalan biodiesel B50 dilakukan untuk memastikan kesiapan implementasi bahan bakar tersebut pada sektor transportasi nasional.

Pemerintah menargetkan implementasi biodiesel B50 mulai berjalan pada semester kedua tahun 2026.

Menurut Yuliot, penggunaan biodiesel B50 dinilai lebih ekonomis ketika harga minyak dunia berada pada level tinggi.

“Dengan harga minyak cukup tinggi sekarang, penggunaan biodiesel B50 justru menjadi lebih ekonomis. Jadi subsidi atau kompensasi yang diberikan menjadi lebih rendah,”.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah juga berencana mempercepat kebijakan mandatori campuran bioetanol dalam bahan bakar minyak.

Kebijakan tersebut merupakan respons terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia yang dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan tajam.

Berdasarkan laporan Sputnik pada 9 Maret, harga minyak mentah jenis Brent sempat mencapai 118 dolar Amerika Serikat per barel.

Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 17 Juni 2022.

Harga tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak Brent pada Januari 2026 yang berada di kisaran 64 dolar Amerika Serikat per barel.

Pemerintah mendorong penerapan campuran etanol hingga 20 persen atau E20 pada bensin yang sebelumnya direncanakan mulai diterapkan pada 2028.

Percepatan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

Selain kebijakan E20, pemerintah juga menyiapkan percepatan implementasi biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Biodiesel B50 merupakan campuran 50 persen solar dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.

Penulis :
Leon Weldrick