Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Baznas Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Peserta Pesantren Kilat Disabilitas di Bandung

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Peserta Pesantren Kilat Disabilitas di Bandung
Foto: (Sumber : Petugas Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat Disabilitas di Perpustakaan Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-Baznas RI..)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional melalui Rumah Sehat Baznas Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat Disabilitas di Perpustakaan Pusat Dakwah Islam Bandung.

Layanan kesehatan tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah penerima manfaat mencapai 65 orang.

Penerima manfaat terdiri atas anak-anak penyandang disabilitas yang menjadi peserta pesantren kilat, para pendamping, serta warga sekitar.

Deputi II Baznas RI Imdadun Rahmat mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk keberpihakan Baznas terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Imdadun Rahmat mengatakan bahwa "Ini juga menjadi bentuk keberpihakan kami kepada kaum rentan, seperti penyandang disabilitas. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan para muzaki kami jaga amanahnya untuk diberikan kepada delapan asnaf yang berhak, termasuk penyandang disabilitas".

Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta tindakan pengobatan.

Para penerima manfaat juga mendapatkan obat-obatan sesuai dengan hasil diagnosis medis.

Imdadun menilai kelompok rentan seperti penyandang disabilitas perlu mendapatkan perhatian khusus agar memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan.

Ia mengatakan bahwa "Kami ingin para penyandang disabilitas ini juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya, yakni dapat mengakses layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau. Layanan kesehatan gratis ini berasal dari dana umat dan harus kembali untuk kemaslahatan umat".

Tim Rumah Sehat Baznas Jawa Barat mencatat sejumlah keluhan kesehatan yang banyak dialami oleh penerima manfaat.

Keluhan tersebut antara lain hipertensi, hiperglikemia, myalgia, dan hiperurisemia.

Selain itu beberapa penerima manfaat juga mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Imdadun menyatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Ia mengatakan bahwa "Indikator peningkatan kesejahteraan adalah kesehatan masyarakat yang meningkat. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan program kesehatan, termasuk yang dapat menjangkau kelompok rentan".

Imdadun menegaskan Baznas akan terus memperluas manfaat layanan Rumah Sehat Baznas di berbagai daerah di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat layanan kesehatan tersebut.

Melalui program ini diharapkan penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar dapat merasakan langsung manfaat dari dana zakat yang dihimpun.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kualitas hidup para mustahik.

Hingga saat ini Baznas telah memiliki 38 Rumah Sehat Baznas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Baznas juga memiliki dua layanan kesehatan bergerak berupa ambulans laut yang beroperasi di wilayah Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Penulis :
Ahmad Yusuf